Total Frekuensi Melesat 200%, Bank Mandiri Sebut Layanan QRIS Paling Diminati Nasabah
Poin Penting
|
BANDUNG, investortrust.id - Seiring dengan pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat, penggunaan quick response code Indonesian standard (QRIS) juga menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyebut jika QRIS menjadi layanan yang paling sering digunakan nasabah dalam bertransaksi di super app Livin’ by Mandiri.
“Fitur kalau yang paling populer sudah pasti QRIS. QRIS itu dari tahun lalu ke tahun ini frekuensinya itu naik hingga 200%,” ujar Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri Harry Sofri Putranda, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Media Gathering Bank Mandiri 2025, di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, pertumbuhan pesat tersebut telah melampaui industri. Hal ini sejalan dengan tingkat adopsi QRIS yang semakin masif di masyarakat.
“Saya itu pernah, ini pribadi saya gitu ya, dalam sebulan sampai 100 kali transaksi QRIS. Memang kecil sih ya (nominalnya) Rp 20.000 untuk beli kopi segala macam. Itu pertumbuhannya lumayan signifikan sekali dibandingkan tahun lalu,” kata Harry.
Baca Juga
Layanan QRIS, lanjut dia, menjadi andalan nasabah dalam bertransaksi keuangan melalui Livin’ by Mandiri. Hal ini tercermin dari 878 juta transaksi yang dilakukan dengan nilai mencapai Rp 123,5 triliun di kuartal ketiga 2025.
Harry menjelaskan, selain QRIS, pihaknya juga menawarkan fitur pembayaran lain seperti QR dengan berbagai sumber dana, e-wallet linkage, dan contactless payment yang mampu mendukung kebutuhan transaksi ritel baik domestik maupun luar negeri.
“Kami terus memastikan seluruh fitur bekerja stabil, terutama pada periode volume tinggi, agar kenyamanan pengguna tetap terjaga,” ucapnya.
Baca Juga
Livin’ Fest Medan 2025 Resmi Dibuka, Wadah Sinergi UMKM dan Sektor Produktif oleh Bank Mandiri
Ke depan, kata Harry, bank berkode saham BMRI ini akan terus melakukan pengembangan digital yang berfokus pada sejumlah hal, antara lain menambah customer baru, fitur baru, dan lainnya. Hal ini didukung oleh 4.500 pegawai IT dan kapasitas yang terus dikembangkan.
“Terus juga penyempurnaan dari sisi pengalaman nasabah itu yang pasti paling penting. Bagaimana saat ini kita sudah bagus, tapi kami akan membuat lebih banyak (inovasi) lagi, jadi nasabah lebih nyaman,” ujarnya.

