Punya Potensi Besar, OJK Dorong Industri PVML Garap Peluang di Segmen Syariah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) untuk menggarap peluang di segmen syariah. Sebab, segmen ini masih memiliki potensi besar ke depannya.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengungkapkan, dari total portofolio industri ini yang mencapai Rp 1.100 triliun, 11% diantaranya berasal dari segmen syariah.
“Jadi masih besar uang untuk bisa kita kembangkan dan kita dorong ke depan lebih baik,” ujarnya, dalam Indonesia Islamic Financial Summit (IIFS) 2025, Senin (3/10/2025).
Baca Juga
Genjot Industri Keuangan Syariah Nasional, OJK Gelar IIFS 2025
Untuk menggarap potensi tersebut, lanjut Agusman, diperlukan sinergi dengan berbagai lembaga jasa keuangan (LJK), industri halal, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sebab, pembiayaan itu tidak bisa mengumpulkan dana masyarakat secara langsung. Perusahaan pembiayaan, modal ventura, pegadaian, dan lainnya secara umum hampir 60%-70% modalnya dari industri perbankan.
“Jadi perlu koordinasi yang erat. Misalnya berkolaborasi dengan perbankan untuk mendorong PVML syariah, demikian juga nanti sasarannya ke UMKM, termasuk juga yang industri halal ini,” kata Agusman.
Baca Juga
OJK Dorong Program Asuransi MBG dan Beberkan Prospek Asuransi Bencana
Untuk mendorong penguatan di segmen PVML syariah, OJK juga mendorong penguatan business matching, terutama di luar Pulau Jawa. Sebab, masih terbuka luas kesempatan-kesempatan yang belum digali di luar Pulau Jawa.
“Kemudian yang juga bisa kita dorong adalah bagaimana kita melakukan kajian yang terus menerus, pengembangan yang terus menerus, kita sama dengan berbagai lembaga,” ucapnya.
“Kami ada OJK Institute, kami juga mendorong dengan berbagai kampus, universitas. Kami kalau keliling kampus di seluruh negeri ini, lalu mengajak industri, akademisi untuk ikut hadir bersama kita kembangkan PVML ini untuk lebih baik,” sambung Agusman.
Dan yang tak kalah penting, kata dia, terus mendorong edukasi dan literasi. Karena biasanya masyarakat cenderung takut dengan istilah-istilah yang di syariah.
“Oleh karena itu kita edukasi dan literasi, karena mereka takut dengan istilah-istilah (syariah). Padahal itu sangat membumi yang kita lakukan, dan kemudian kita bisa lakukan dengan lebih baik,” kata Agusman.

