BSI Perkuat Edukasi Kepemilikan Emas Lewat Aplikasi Digital kepada Anak Muda
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI memperkuat komitmennya memberikan literasi dan akses layanan keuangan syariah untuk generasi muda salah satunya melalui instrumen syariah logam mulia emas. Emas dinilai sebagai instrumen safe haven, tahan terhadap inflasi dan mudah untuk memilikinya.
Untuk meningkatkan penetrasi bisnis segmen anak muda, BSI masuk dalam ekosistem-ekosistem yang banyak didatangi masyarakat. Seperti pusat perbelanjaan, pameran maupun door to door. Salah satunya di acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025 dengan tema “Sinergi dan Inovasi untuk Akselerasi Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia" di Jakarta Convention Center pada 30 Oktober-1 November 2025.
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, generasi muda khususnya gen Z dan milenial memiliki kesempatan besar untuk merencanakan keuangan jangka waktu panjang dengan tepat.
"Untuk itu, BSI terus memberikan literasi investasi syariah melalui layanan Bank Emas atau Bulion Bank,"ujar Cahyo dalam keterangan yang diterima, Kamis (30/10/2025).
Melalui Bank Emas, BSI ikut berperan aktif mendorong kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi hilirisasi dan monetisasi emas. Cahyo menegaskan bahwa saat ini BSI tengah melakukan penguatan kapasitas IT untuk mendukung aksesbilitas nasabah bertransaksi melalui e-channel BSI. Mulai dari penambahan fitur baru dari BYOND yakni Bank Emas yang bisa beli emas, jual emas, transfer emas, maupun cetak emas minimal 2 gram.
Cahyo menambahkan, saat ini BSI memfasilitasi kebutuhan nasabah yang ingin memiliki emas bisa dengan Rp 50.000 untuk BSI Emas dan cicil emas mulai dari 5 gram.
Sejak diresmikannya BSI sebagai Bank Emas 26 Februari 2025 lalu, bisnis emas di BSI mengalami lonjakan melesat. Bisnis emas BSI tumbuh melesat 72,82% yoy mencapai Rp 18,76 triliun yang terdiri atas Cicil Emas Rp 10,32 triliun tumbuh 106,36% yoy, dan Gadai Emas Rp 8,44 triliun tumbuh 44,19% yoy.
Selain pembiayaan emas, BSI juga mencatatkan pertumbuhan Tabungan Emas dengan saldo kelolaan 1,15 ton, penjualan 1,69 ton dan CIF rekening emas mencapai 200.000. Dimana hampir 50% nasabah bisnis emas BSI adalah gen Z dan milenial rentan usia 20-35 tahun.
Cahyo kembali mempertegas bahwa penguatan IT juga mendorong pertumbuhan jumlah pengguna BYOND by BSI yang saat ini mencapai 5,23 juta user meningkat 164% year to date.
"Ke depannya, kami akan terus mengakselerasi layanan digital untuk bisa memperluas akses kepada masyarakat secara real time melalui E-Channel BSI," pungkas Cahyo.

