Dorong Ekosistem Keuangan Berkelanjutan, BSI Gandeng GGGI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendorong ekosistem keuangan berkelanjutan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) menjalin kerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI).
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengungkapkan, langkah ini sejalan dengan komitmen environmental, social, and governance (ESG) BSI untuk proaktif menjembatani kesenjangan pembiayaan iklim di Indonesia dan mendukung pencapaian target nasional terkait perubahan iklim.
Bersama GGI, lanjut dia, BSI berupaya memperkuat kerangka dan kapasitas penerbitan sustainability sukuk serta memperluas akses terhadap pembiayaan iklim dari sumber internasional.
“Melalui kolaborasi ini, BSI akan mengembangkan produk-produk keuangan yang berorientasi pada keberlanjutan guna mendukung target nasional terkait perubahan iklim dan tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs),” ujar Bob, dalam keterangan pers, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga
BSI Financing Surges 13.37%, Strengthens ESG Leadership with Green Zakat Program
Menurutnya, BSI menyadari perannya dalam mendukung komitmen iklim Indonesia, termasuk target penurunan emisi gas rumah kaca pada 2030 dan pencapaian net zero emissions pada 2060.
“Dengan estimasi kesenjangan pembiayaan iklim yang mencapai Rp 3.990 triliun pada tahun 2030, BSI memandang keterlibatan sektor swasta, khususnya perbankan syariah sebagai sebuah keharusan,” kata Bob.
Melalui kerja sama ini, BSI akan fokus pada tiga hal utama, yaitu mengembangkan kerangka sustainability sukuk yang selaras dengan standar internasional, memperkuat kapasitas kelembagaan keuangan berkelanjutan, serta membangun mekanisme pemantauan dan pelaporan yang transparan untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Baca Juga
Ekspansi KPR BSI Tembus Rp 1 Triliun Per Bulan, Gen Z dan Minenial Jadi Target Utama
Sementara itu, Country Representative GGGI Indonesia Rowan Fraser menyambut baik inisiatif. Pihaknya berkomitmen akan memperkuat kerangka produk keuangan syariah hijau dan mendukung penerbitan sukuk tematik di pasar domestik maupun internasional.
“Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dari sektor swasta dalam pembiayaan berkelanjutan dan mempercepat penghijauan sektor perbankan syariah sejalan dengan target iklim di Indonesia,” ucap Rowan.

