Dari Rp 3 Triliun Total Capex IT Bank Mandiri, 70% Telah Diserap untuk Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi digitalnya. Hingga kuartal III 2025, bank berkode saham BMRI ini telah merealisasikan sekitar 70% dari total anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) teknologi informasi (IT) senilai Rp 3 triliun tahun ini. Dana itu diarahkan untuk memperkuat infrastruktur digital serta meningkatkan efisiensi proses bisnis dan layanan.
“Sampai dengan akhir kuartal ketiga, Bank Mandiri ini sudah merealisasikan 70% dari total anggaran belanja dan modal IT untuk tahun ini. Infrastruktur diarahkan untuk memperkuat infrastruktur digital yang menjadi fondasi utama dalam layanan nasabah dan juga efisiensi proses bisnis,” ujar Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini, dalam Paparan Kinerja Keuangan Kuartal III 2025 Bank Mandiri, secara daring, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, fokus utama penggunaan capex IT mencakup pengembangan platform digital, peningkatan kapabilitas teknologi, serta penguatan sistem keamanan informasi. Langkah ini dilakukan agar transformasi digital Bank Mandiri semakin optimal dan berkelanjutan.
“Hingga akhir tahun, Bank Mandiri akan terus komitmen dan juga konsisten untuk memperluas integrasi digital. Ini melalui pengembangan ekosistem yang menyatukan layanan baik itu wholesale maupun ritel,” kata Novita.
Baca Juga
Bank Mandiri Klaim Fundamental Solid, Optimistis Jaga ROE 20%
Selain itu, lanjut dia, Bank Mandiri juga memiliki tiga strategi utama dalam memperkuat ekosistem digital. Pertama, penguatan Kopra by Mandiri sebagai solusi digital end to end untuk nasabah korporasi. Kedua, pengembangan Livin’ by Mandiri dan Livin’ Merchant untuk memperluas layanan di segmen ritel dan UMKM. Kemudian, mematikan sistem IT yang dimiliki memiliki reliability, availability, scalability, dan security (RASS).
Baca Juga
Begini Jurus Bank Mandiri Pertahankan Pertumbuhan Kredit Dua Digit di Akhir 2025
Novita menyatakan, transformasi digital tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income). Hingga kuartal III 2025, fee based income dari kanal digital tercatat tumbuh sebesar 13,3% secara year on year (yoy).
“Kapabilitas IT Bank Mandiri ini kami gunakan dengan baik dan juga memadai dalam transformasi digital dan ini telah memberikan dampak nyata terhadap akselerasi fee based income terutama melalui perluasan integrasi layanan keuangan di ekosistem digital nasabah,” ucapnya.
Novita menyebut, dengan fondasi digital yang semakin kokoh dan inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan potensi penambahan sumber pendapatan non bunga di masa yang akan datang dan memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai pilihan utama dalam layanan digital.
“Jadi fokus belanja IT kami tentunya akan fokus pada peningkatan kapabilitas digital untuk mendukung perolehan fee based income,” ujarnya.

