Perkuat Digitalisasi, Bank Mandiri Siapkan Capex IT Rp 3 Triliun di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Untuk memperkuat kapasitas teknologi informasi (IT), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk IT sebesar Rp 3 triliun di 2025.
Direktur Information Technology Bank Mandiri Timothy Utama mengungkapkan, investasi ini akan diarahkan untuk mengembangkan kapabilitas champion digital solution dengan penguatan infrastruktur IT, jaringan, dan keamanan secara end to end. Hal ini dilakukan agar Bank Mandiri mampu terus bersaing dalam solusi digital di industri perbankan.
“Bank Mandiri telah mengalokasikan belanja modal IT sebesar Rp 3 triliun yang kami cadangkan (dan) cukup, tapi kuncinya kami tetap harus kembangkan untuk menjadi champion,” ujarnya, dalam konferensi pers paparan kinerja Bank Mandiri kuartal IV 2024, secara daring, Rabu (5/2/2025).
Digitalisasi, lanjut Timothy, memang menjadi salah satu fokus pihaknya. Salah satu pengembangan digital produk yang dilakukan bank berkode saham BMRI ini adalah super apps Livin by Mandiri yang terus menawarkan solusi finansial yang beragam.
“Dan lengkap dengan layanan perbankan komprehensif yang selalu akan encour di empat aktivitas, yaitu saving money, moving money, borrowing money, dan growing money. Juga termasuk dengan beyond banking dan lifestyle,” katanya.
Baca Juga
Untuk meningkatkan pengalaman sekaligus menjawab kebutuhan sehari-hari bagi para nasabah perseroan, pengembangan Livin by Mandiri akan terus dilakukan, di antaranya dengan terus memperluas jangkauan akuisisi ke next generation customers.
“Ini sebagai usaha meningkatkan low of cost funding, serta memanfaatkan artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan keuangan, dan memperkuat customer stickiness,” ucap Timothy.
Selain Livin, Bank Mandiri juga mengembangkan Kopra by Mandiri. Platform ini dirancang untuk memenuhi beragam dan kompleksnya kebutuhan finansial di setiap sektor industri, khususnya bagi nasabah korporasi dan wholesale.
Baca Juga
“Kopra berkomitmen untuk menjadi platform pilihan dan memenuhi kebutuhan finansial koperasi, benchmark-nya sekarang menjadi benchmark global. Jadi kita sudah level untuk memasuki kebutuhan nasabah korporasi atau wholesale kami yang setara dengan global players,” kata Timothy.
“Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan melalui Livin dan Kopra, Bank Mandiri akan menargetkan pertumbuhan jumlah transaksi Livin dan Kopra yang meningkat dari tahun sebelumnya, dan terus untuk memperkuat dominasi Livin sebagai solusi finansial nasabah ritel, serta Kopra sebagai solusi nasabah wholesale,” sambung dia.
Sekadar informasi, hingga akhir 2024 jumlah pengguna Livin by Mandiri tembus 29,3 juta orang, dengan frekuensi transaksi mencapai 3,9 miliar transaksi atau tumbuh 38% secara year on year (yoy). Sementara untuk Kopra by Mandiri telah mengelola transaksi Rp 22.700 triliun dengan pertumbuhan volume transaksi 17% (yoy), dengan frekuensi mencapai 1,3 miliar transaksi, naik 21% (yoy).

