Tumbuh 15,23%, Bank Mandiri Salurkan Kredit Infrastruktur Rp 412,13 Triliun per Agustus 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mengakselerasi pemerataan pembangunan nasional, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggenjot penyaluran kredit infrastruktur. Hasilnya, hingga Agustus 2025, bank berkode saham BMRI ini mencatatkan pertumbuhan kredit infrastruktur 15,23% secara year on year (yoy) menjadi Rp 412,13 triliun.
Corporate Secretary Bank Mandiri M Ashidiq Iswara mengungkapkan, dukungan pihaknya terhadap pembiayaan infrastruktur sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam misi memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan produktivitas rakyat, serta mendorong pembangunan ekonomi inklusif dan berkeadilan.
“Bank Mandiri berkomitmen untuk terus memainkan peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi bangsa melalui pembiayaan infrastruktur. Langkah ini bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau bandara, tapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk tumbuh, berdaya, dan sejahtera,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (13/10/2025).
Baca Juga
Realisasi Penempatan Rp 200 T di Himbara di Atas 50%, Bank Mandiri Paling Tinggi 74%
Kredit tersebut, lanjut Ashidiq, telah disalurkan ke berbagai strategis, termasuk jalan, transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, dan lainnya. Pembiayaan ini juga mencakup pembangunan proyek-proyek vital seperti jalan tol, bandara, pelabuhan, dan lainnya.
“Kami meyakini pembangunan infrastruktur memiliki multiplier effect terhadap perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan konektivitas antarwilayah, hingga mendorong investasi di sektor-sektor produktif,” katanya.
Ia merinci, subsektor transportasi menjadi kontributor terbesar dengan penyaluran kredit mencapai Rp 121,44 triliun, tumbuh 33,9% (yoy). Sementara itu, subsektor jalan meningkat 18,1% (yoy) menjadi Rp 55,81 triliun. Pembiayaan untuk migas dan energi terbarukan tumbuh 16,3% (yoy) menjadi Rp 39,66 triliun, dan telematika mencapai Rp 40,16 triliun atau naik 11% (yoy).
Baca Juga
Menurut Ashidiq, prospek infrastruktur masih cerah ke depannya, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan dukungan jaringan, pengalaman, dan kemampuan pembiayaan yang kuat, Bank Mandiri siap mendukung pembangunan dari hulu ke hilir dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” ucap Ashidiq.

