Gelar Rakornas TPAKD 2025, OJK Perkuat Sinergi Daerah Dorong Akses Keuangan Merata
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), sebagai forum OJK bersama dengan pemerintah daerah dan industri jasa keuangan untuk mendorong inklusi keuangan daerah, memperkuat sinergi kebijakan, serta mendukung perekonomian daerah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, TPAKD sudah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, kota, yaitu 552 wilayah di Indonesia.
"Perjalanan TPAKD menjadi cermin bagaimana komitmen kita semua. Terima kasih Pak Menko (Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto) beserta jajaran, Pak Mendagri beserta jajaran yang juga selalu mendukung OJK dalam bersama-sama kita mengembangkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah," ujar Kiki dalam acara Rakornas TPAKD 2025 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Kiki sapaan akrab Friderica menjelaskan, TPAKD ini juga sejalan untuk mendukung pencapaian Asta Cita Pemerintah. Sehingga menurut Kiki, TPAKD ini bisa menjadi faktor pendorong strategis yang berkontribusi untuk mendorong peningkatan indeks literasi dan juga inklusi keuangan di daerah.
"Alhamdulillah dengan support bapak ibu sekalian, indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia telah mencapai peningkatan yang sangat signifikan, yaitu 66,4% untuk indeks literasi dan juga indeks inklusinya sudah mencapai 80,51%, dan juga inklusi sesuai Dewan Nasional Keuangan Inklusi parameternya sudah mencapai 92,74%," ungkap Kiki.
Lebih lanjut, Kiki menyebut, hal ini jangan dimaknai sebagai sekedar angka, tetapi ini adalah suatu hal yang sangat bermanfaat untuk daerah-daerah di Tanah Air. Terlebih menurut Kiki, berdasarkan studi yang dilakukan oleh OECD, bahwa ada hubungan yang sangat positif antara tingkat literasi dan inklusi suatu masyarakat di suatu negara dengan tingkat kesejahteraannya.
"Jadi ini adalah suatu cara yang sangat baik, efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah bapak ibu semua," kata Kiki.
Baca Juga
Dorong Literasi Keuangan dan Kepercayaan Investor di Pasar Modal, OJK Gelar World Investor Week 2025
Kiki menambahkan, TPAKD telah menjadi penggerak motor ekonomi keuangan di daerah, salah satunya adalah kredit pembiayaan melawan rentenir. Kredit pembiayaan melawan rentenir adalah salah satu program nyata yang diusung oleh TPAKD bersama semua kepala daerah guna memenjauhkan masyarakat dari rentenir.
"Saat ini untuk program kredit pembiayaan melawan rentenir sudah menyalurkan Rp 46,71 triliun rupiah kepada lebih dari 1,7 juta debitur di seluruh Indonesia. Sementara program kredit pembiayaan sektor prioritas pertanian telah menyalurkan pembiayaan Rp 3,71 triliun kepada lebih dari 80.000 debitur," jelas Kiki.

