Sempat Tembus Rekor Tertinggi di US$ 126.008, Kini Bitcoin Terkoreksi ke US$ 124.503
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus level tertinggi sepanjang masa (all time high-ATH) di level US$ 126.198 pada Selasa (7/10/2025) dini hari, setelah itu mencatatkan penurunan tipis menjadi US$ 124.503, pada pukul 09.54 WIB.
Melansir CryptoNewsFlash, Selasa (7/10/2025), penurunan ini terjadi setelah lonjakan tajam dalam beberapa hari terakhir, yang berhasil mengubah sentimen pasar dari bearish menjadi bullish.
Berdasarkan CoinMarketCap, harga Bitcoin saat ini mengalami kenaikan harian sebesar 0,38%. Meski begitu, secara mingguan dan bulanan, kinerjanya masih mencatatkan kenaikan masing-masing
Baca Juga
Pendiri Telegram Akui Dapat Kebebasan Finansial dengan Bitcoin
Berdasarkan data pasar, harga Bitcoin mengalami penurunan harian sebesar 0,8%. Meski begitu, secara mingguan dan bulanan 8,64% dan 12,44%.
Analis mencatat tekanan jual dari investor besar (whale) mulai mereda. Namun, koreksi Bitcoin turut menyeret sebagian besar alternative coin (altcoin) papan atas ke zona merah. Dogecoin (DOGE) turun 2% ke level US$ 0,25, sementara Cardano (ADA) anjlok 3% menjadi US$ 0,84%, XRP juga terkoreksi 2,2% ke posisi US$ 2,9 per koin.
Laporan The Kobeissi Letter menyatakan, lonjakan harga Bitcoin dipicu oleh pelemahan signifikan dolar Amerika Serikat (AS) yang kini berada di jalur untuk mencatatkan performa terburuk sejak 1973. Dolar AS tercatat telah turun lebih dari 10% sepanjang tahun dan kehilangan sekitar 40% daya belinya sejak 2000.
Korelasi antara emas dan indeks S&P 500 mencapai 0,91, level tertinggi dalam sejarang. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar tengah mengantisipasi perubahan besar dalam kebijakan moneter AS, termasuk pemangkasan suku bunga oleh The Fed di tengah inflasi yang kembali naik dan pelemahan pasar tenaga kerja.
Baca Juga
Analis kripto CrediBULL Crypto memperkirakan, harga Bitcoin berpotensi menembus US$ 150.000 dalam waktu dekat, bahkan bisa mencapai US$ 180.000 hingga akhir tahun ini. Meski begitu, ia mengingatkan adanya potensi koreksi sementara ke kisaran US$ 108.000 hingga US$ 118.000 sebelum melanjutkan reli berikutnya.
“Penurunan ke area US$ 108.000 - US$ 118.000 justru bisa menjadi peluang akumulasi. Jika tidak terjadi, bersiaplah menikmati perjalanan menuju US$ 150.000 ke atas,” ujarnya.
Optimisme terhadap kenaikan harga Bitcoin juga didorong oleh meningkatnya akumulasi dari investor institusional. Pendiri MicroStrategy Michael Saylor bahkan menyatakan ambisinya untuk membawa total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai US$ 1 triliun.

