Ditopang Hal Ini, Laba Bersih BSI Tumbuh 10,2% Jadi Rp 3,7 Triliun di Semester I 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) mencatatkan kinerja positif hingga semester I 2025. Hal ini tercermin dari laba bersih yang tumbuh, dari Rp 3,39 triliun pada Juni 2024 menjadi Rp 3,74 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Alhamdulillah pada kuartal II 2025 ini, laba Bank Syariah Indonesia tumbuh double digit atau 10,21%,” ujar Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, dalam paparan kinerja keuangan BSI kuartal II 2025 secara daring, Senin (22/9/2025).
Menurutnya, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh sejumlah pos keuangan yang juga mencatatkan kinerja positif. Misalnya pembiayaan yang tumbuh 13,93%, dari Rp 257,39 triliun di semester I 2024 menjadi Rp 293,24 triliun di periode yang sama tahun ini.
“NPF (non performing financing) gross 1,87% (Juni 2025), membaik 0,12% dibandingkan sebelumnya,” kata Anggoro.
Baca Juga
Rilis Cash Waqf Linked Deposit, BSI Targetkan Himpun Rp 5 Miliar untuk Wakaf Al-Quran
Dari sisi penghimpunan dana, bank berkode saham BRIS ini juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 322,91 triliun pada semester I 2025, tumbuh 8,83% secara year on year (yoy).
Naiknya DPK, didorong oleh dana murah atau current account and saving account (CASA) yang juga tumbuh 8,35%, dari Rp 184,11 triliun di kuartal II 2024 menjadi Rp 199,43 triliun di periode yang sama tahun ini.
Anggoro menyatakan, naiknya kinerja keuangan BSI hingga paruh pertama 2025 ditopang oleh kinerja yang moncer dari distribusi dan digitalisasi. Dari sisi digitalisasi, nasabah yang menggunakan platform BYOND by BSI hingga saat ini mencapai 4,49 juta, tumbuh 126% secara year to date (ytd).
Baca Juga
Untuk anjungan tunai mandiri (ATM) dan cash recycle machine (CRM) jumlahnya mencapai 5.499 atau tumbuh 108% (yoy). Lalu, electronic data capture (EDC) mencatatkan pertumbuhan merchant sebesar 900% (yoy) menjadi 24.000 merchant.
“QRIS (quick response Indonesian code standard) 533.000 merchant atau tumbuh 49% (yoy). Dan yang terakhir, BEWIZE yaitu layanan cash management kami dengan 32.000 user atau tumbuh 46% (yoy),” ucap Anggoro.

