Dorong Layanan Digital Halal, Jago Syariah Catat Lonjakan Transaksi Internasional di 5 Negara
Poin Penting
|
BANDUNG, investortrust.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) melalui unit usaha syariah (UUS)-nya yaitu Jago Syariah terus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan keuangan digital syariah yang modern dan mudah diakses, termasuk untuk kebutuhan transaksi internasional.
Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja mengungkapkan, Kartu Debit Jago Syariah Visa telah digunakan untuk bertransaksi di 154 negara di seluruh dunia. Lima besar negara dengan transaksi tertinggi antara lain Arab Saudi, Singapura, Inggris, Jerman, dan Malaysia.
“Ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan layanan keuangan syariah yang modern dan mendukung aktivitas ibadah maupun gaya hidup halal lintas negara,” ujarnya, dalam Forum Jurnalis Jagoan (FJJ) yang digelar Bank Jago, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/9/2025).
Baca Juga
Genjot Inovasi Digital, Nasabah Bank Jago Tembus 17,2 Juta di Semester I 2025
Menurut Waasi, Arab Saudi menjadi negara dengan pertumbuhan transaksi paling signifikan, terutama untuk mendukung kebutuhan finansial ibadah haji dan umrah. Kartu Debit Jago Syariah Visa telah diterima di lebih dari 5.393 merchant di Tanah Suci, mulai dari transportasi, akomodasi, restoran, hingga aplikasi resmi seperti Nusuk dan MOFA.
“Nasabah memanfaatkan kartu ini untuk berbagai transaksi, mulai dari tiket penerbangan, kereta Haramain, hingga belanja oleh-oleh di Tanah Suci. Transaksi yang meningkat di Arab Saudi membuktikan bahwa kebutuhan finansial selama ibadah haji dan umrah tidak bisa dipisahkan dari solusi digital yang aman, mudah, dan sesuai prinsip syariah,” katanya.
Sepanjang 2024, lanjut Waasi, volume transaksi Kartu Debit Jago Syariah Visa di Arab Saudi melonjak 205% secara year on year (yoy), sementara itu nilai transaksinya melesat 75% (yoy). Sementara, hingga Agustus 2025, Jago Syariah mencatat lonjakan volume transaksi hampir empat kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan pertumbuhan nilai transaksi mencapai 163% (yoy).
Ia menilai, pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang sadar pentingnya mengelola keuangan secara syariah sekaligus digital.
“Ketika pengelolaan keuangan dilakukan dengan prinsip syariah, nasabah merasakan ketenangan sekaligus kemudahan dalam mencapai berbagai tujuan finansial mereka, mulai dari persiapan ibadah hingga investasi yang berkelanjutan,” ucap Waasi.
Baca Juga
Target Harga Saham dan Kinerja Keuangan Bank Jago (ARTO) Dipangkas Saat Laba Melesat, Ada Apa?
Sejalan tren kenaikan transaksi, kata dia, Jago Syariah juga memperkuat kolaborasi dengan ekosistem digital. Salah satunya melalui kerja sama dengan platform investasi Bibit dan Stockbit lewat layanan Rekening Dana Nasabah (RDN) Syariah.
“Nasabah dapat melakukan top up dan investasi reksa dana saham, dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan lebih praktis dan sesuai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI),” kata Waasi.

