Target Harga Saham dan Kinerja Keuangan Bank Jago (ARTO) Dipangkas Saat Laba Melesat, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dari Rp 3.400 menjadi Rp 3.300, meski demikian saham ini tetap direkomendasikan beli. Revisi turun tersebut menggambarkan realisasi laba bersih semester I-2025 di bawah target.
Sepanjang semester I 2025, ARTO berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) sebanyak 154% menjadi Rp 127 milliar, dibandingkan perolehan semester I 2024 yang sebesar Rp 50 miliar. Pendapatan bunga melesat 75% dari Rp 912 miliar menjadi Rp 1,59 triliun.
Baca Juga
Bank Jago Cetak Laba Rp 127 Milliar, Tumbuh 154% di Semester I 2025
Analis BRI Danareksa Sekurtias dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan bahwa realisasi laba ARTO semester I-2025 hanya merefleksikan 42% dari target yang ditetapkan BRI Danareksa Sekuritas dan consensus analis. Revisi turun tersebut juga menggambarkan kecenderungan penurunan NIM pada QoQ.
Seiring dengan tak tercapainya target laba, BRI Danareksa Sekuritas merevisi turun target laba bersih ARTO tahun ini dari semula Rp 304 miliar menjadi Rp 290 miliar. Begitu juga pendapatan bunga bersih dipangkas dari semula Rp 2,50 triliun menjadi Rp 2,46 triliun. Cost of fund (CoF) direvisi naik dari 3,6% menjadi 3,8%.
Baca Juga
Begini Peluang Saham Indocement (INTP) di Tengah Valuasi Murah dan Kenaikan Permintaan Semen
Sebelumnya, Bank Jago (ARTO) mengungkap pembiayaan Bank Jago berhasil membukukan kredit sebesar Rp 21,4 triliun sampai dengan akhir Juni 2025 atau tumbuh 37% dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2024 sebesar Rp 15,7 triliun. Dalam penyaluran kredit Bank Jago tetap mengandalkan strategi kolaborasi dengan berbagai mitra (partner), seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.
Namun, mencermati kebutuhan nasabah akan pembiayaan yang masih besar, Bank Jago juga telah menawarkan pinjaman langsung berbasis aplikasi. Seluruh penyaluran kredit yang dilakukan Bank Jago dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross yang rendah di level 0,3% atau di bawah rata-rata NPL perbankan nasional.

