Genjot Inovasi Digital, Nasabah Bank Jago Tembus 17,2 Juta di Semester I 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan lewat inovasi produk dan fitur keuangan digital. Hal ini berbuah manis, tercermin dari jumlah nasabah Bank Jago yang mencapai 17,2 juta per Juni 2025.
Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo mengungkapkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 13,7 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. Angka ini tumbuh signifikan dibanding Juni 2024 yang tercatat 10 juta nasabah.
“Bank Jago ingin membantu orang untuk menempatkan uang sesuai tujuannya masing-masing dan mempermudah pengelolaan uang tersebut dengan aplikasi Jago,” ujarnya, dalam Public Expose Live 2025 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/9/2025).
Sejak 2020, lanjut Supranoto, Bank Jago membangun fondasi digital melalui aplikasi Jago dengan fitur andalan Kantong yang memudahkan nasabah mengatur keuangan untuk berbagai kebutuhan, seperti menabung, bertransaksi, berinvestasi, hingga mengajukan pinjaman.
Baca Juga
Target Harga Saham dan Kinerja Keuangan Bank Jago (ARTO) Dipangkas Saat Laba Melesat, Ada Apa?
Lalu, sepanjang 2025 pihaknya juga melengkapi aplikasi Bank Jago dengan meluncurkan fitur Kantong Valuta Asing untuk menabung dan bertransaksi dalam mata uang asing, serta Kartu Digital Pro yaitu kartu debit Visa digital bagi pelaku usaha.
Selain itu, lanjut Supranoto, Bank Jago menggandeng mitra ekosistem dengan meluncurkan GoPay Deposito by Jago dan layanan pembuatan serta penarikan instan saldo rekening dana nasabah (RDN) untuk mitra broker seperti Bibit dan Stockbit.
“Kami fokus untuk menciptakan solusi keuangan digital yang terus relevan bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Baca Juga
Kredit Bank Jago (ARTO) Capai Rp 20,3 Triliun, Laba Melesat 178% ke Rp 60 Miliar di Kuartal I 2025
Inovasi Dorong Kinerja Keuangan
Komitmen inovasi yang dilakukan Bank Jago turut mendorong kinerja keuangan. Hingga Juni 2025, dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago tercatat Rp 22,4 triliun atau tumbuh 51% dari Rp 14,8 triliun pada periode yang sama 2024.
Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit mencapai Rp 21,4 triliun per Juni 2025 atau naik 37% dari Rp 15,7 triliun dari periode yang sama 2024. Sejalan dengan itu, rasio kredit macet yang tercermin dari non performing loan (NPL) juga terjaga di level 0,3%.
Supranoto mengatakan, penyaluran kredit Bank Jago tetap mengedepankan strategi kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.
“Bank Jago tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tapi juga memperluas akses dan literasi keuangan digital bagi masyarakat,” ujarnya.
“Dengan aspirasi untuk meningkatkan kesempatan tumbuh berjuta orang melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan, kami ingin semakin banyak orang yang bisa mengelola keuangannya dengan cara mudah dan cerdas, serta mencapai tujuannya,” sambung Supranoto.

