Premi Asuransi per Juli 2025 Tumbuh Tipis 0,77% Jadi Rp 194,55 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja positif yang ditorehkan industri perasuransian. Hal ini tercermin dari pendapatan premi asuransi komersial yang tumbuh positif 0,77% secara year on year (yoy) pada Juli 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, premi asuransi komersial tumbuh secara kumulatif yang terdiri dari asuransi jiwa dan umum tercatat Rp 194,55 triliun per Juli 2025.
“Terdiri dari premi asuransi jiwa yang sedikit terkontraksi sebesar 0,84% (yoy) dengan nilai sebesar Rp 103,42 triliun, serta premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh sebesar 2,67% (yoy) dengan nilai sebesar Rp 91,13 triliun,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Agustus 2025, Kamis (4/9/2025).
Baca Juga
Menurut Ogi, secara umum permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid. Hal ini tercermin dari rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) yang berada di level 471,23% untuk asuransi jiwa, serta 312,08% untuk asuransi umum dan reasuransi.
“Yang berarti di atas threshold sebesar 120%,” katanya.
Untuk aset industri asuransi komersial secara kumulatif yang terdiri dari asuransi jiwa dan umum, lanjut Ogi, tercatat sebesar Rp 948,40 triliun per Juli 2025. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,9i9% dibanding periode yang sama 2024 yaitu Rp 911,99 triliun.
Baca Juga
AAUI Minta Relaksasi Waktu ke OJK untuk Pemenuhan Ekuitas Minimum
Kemudian, untuk klaim asuransi komersial secara kumulatif menurun 5,41%, dari Rp 130,29 triliun pada Juli 2024 menjadi Rp 123,25 triliun di periode yang sama tahun ini.
Sementara itu, OJK juga mencatat kinerja positif dari asuransi non komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan; BPJS Ketenagakerjaan; Program Asuransi ASN, TNI, dan Polri terkait dengan jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian.
Hal ini terlihat dari nilai premi yang tumbuh 5,58% (yoy) menjadi Rp 110,57 triliun per Juli 2025. Lalu, total asetnya mencapai Rp 221,24 triliun atau tumbuh 0,44% (yoy). Dari sisi klaim mengalami peningkatan 6,05% (yoy) menjadi Rp 113,53 triliun.

