Premi Asuransi Tumbuh Tipis 0,44% Jadi Rp 272,78 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, industri perasuransian nasional tetap menunjukkan kinerja solid. Hal ini tercermin dari pendapatan premi asuransi komersial yang tumbuh positif 0,42% secara year on year (yoy) pada Oktober 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, premi asuransi komersial yang terdiri dari asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi tumbuh secara kumulatif menjadi RP 272,78 triliun di Oktober 2025, dibanding periode yang sama 2024 sebesar Rp 271,63 triliun.
“Terdiri dari premi asuransi jiwa yang terkontraksi sebesar 1,11% (yoy) dengan nilai sebesar Rp 148,86 triliun, serta premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 2,33% (yoy) dengan nilai sebesar Rp 123,92 triliun,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) November 2025, secara daring, Kamis (11/12/2025).
Secara umum, Ogi menyatakan, permodalan industri asuransi komersial masih menunjukkan kondisi yang solid. Terlihat dari rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) yang berada di level 478,85% untuk asuransi jiwa, serta 331,96% untuk asuransi umum dan reasuransi. “(Keduanya) masih di atas threshold sebesar 120%,” katanya.
Sehingga, aset industri komersial secara kumulatif yang terdiri dari asuransi jiwa, serta asuransi umum dan reasuransi tercatat sebesar Rp 970,98 triliun per Oktober 2025, tumbuh 6,23% dibanding periode yang sama 2024 yaitu Rp 914,03 triliun.
Baca Juga
Dari sisi klaim, OJK mencatat klaim asuransi komersial secara kumulatif menurun 5,27%, dari Rp 188,94 triliun di Oktober 2024 menjadi Rp 178,99 triliun di periode yang sama tahun ini.
Sementara itu, OJK juga mencatat kinerja positif dari asuransi non komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan; BPJS Ketenagakerjaan; Program Asuransi ASN, TNI, dan Polri terkait dengan jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian.
Hal ini tercermin dari premi yang tumbuh 6,11% (yoy) menjadi Rp 159,97 triliun per Oktober 2025. Namun dari sisi klaim mengalami peningkatan 7,58% (yoy) menjadi Rp 165,40 triliun per Oktober 2025. “Untuk asuransi nonkomersial, total aset tercatat Rp 221,13 triliun atau tumbuh 0,72% (yoy),” ucap Ogi.
Baca Juga
Industri Asuransi Masih Tunjukkan Resiliensi di Tengah Perekonomian yang Menantang

