Kredit Tumbuh 7,03%, LPS: Perbankan Nasional Tetap Solid Hadapi Risiko Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, kinerja perbankan nasional masih menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi global. Hingga Juli 2025, intermediasi perbankan terus tumbuh seiring aktivitas investasi yang menguat dan dukungan ketahanan permodalan serta likuiditas yang kuat.
“Pada Juli 2025, penyaluran kredit tumbuh 7,03% secara year on year (yoy), didorong aktivitas investasi yang masih cukup tinggi. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7% (yoy),” ujanya, dalam Konferensi Pers Tingkat Bunga Penjaminan LPS, di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Purbaya menyatakan, penghimpunan DPK utamanya ditopang oleh perbaikan aktivitas fiskal pemerintah, korporasi, dan konsumsi masyarakat. Hal ini tercermin dari peningkatan pada produk giro sebesar 10,72% (yoy) dan tabungan 5,9% (yoy).
Dari sisi ketahanan, industri perbankan masih solid dengan kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) terjaga di level 25,81% pada Juni 2025. Likuiditas cukup memadai dengan rasio AL/NCD sebesar 119,43% (threshold 50%) dan AL/DPK sebesar 27,08% (threshold 10%).
Baca Juga
“Terjaganya tingkat permodalan juga diikuti dengan aspek pengelolaan risiko kredit yang terjaga. Hal ini tercermin dari rasio non performing loan (NPL) yang terkendali pada level 2,28% dan rasio Loan at Risk (LaR) yang terus turun dan berada di level 9,68% dari total penyaluran kredit pada periode Juli 2025. Level ini sudah lebih rendah dari tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. LPS secara konsisten menjaga cakupan penjaminan simpanan nasabah di atas 90%, sesuai amanat undang-undang, sekaligus melampaui standar International Association of Deposit Insurers (IADI) yang menetapkan batas 80%.
Baca Juga
OJK Cabut Izin PT BPR Disky Suryajaya, LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabahnya
Terkait pergerakan suku bunga, Purbaya menjelaskan suku bunga pasar (SBP) simpanan rupiah hingga pertengahan Agustus tercatat turun 11 basis poin (bps) ke level 3,45%, sejalan dengan pemangkasan BI Rate sebesar 25 bps. Sementara SBP simpanan valuta asing (valas) turun 5 bps ke level 2,12%, dengan arah kebijakan masih dipengaruhi langkah The Fed terhadap Fed Funds Rate.
“Dalam rangka memperkuat perlindungan dana nasabah serta upaya menjaga kepercayaan nasabah deposan, LPS juga mengimbau agar bank selalu memperhatikan ketentuan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan dimaksud dalam rangka penghimpunan dana,” ucapnya.

