Bagikan

OJK: Penurunan Tabungan Masyarakat Perlu Diwaspadai, Ini Strateginya

 Poin Penting

OJK pantau tren penurunan tabungan masyarakat kecil dan menengah.
Perbankan tetap solid dengan risiko kredit rendah dan likuiditas terjaga.
Bank diminta perkuat inovasi produk simpanan dan edukasi keuangan.

JAKARTA, Investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan otoritas terkait terus memantau tren penurunan tabungan masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan adanya perlambatan pertumbuhan tabungan perseorangan di bawah Rp100 juta, serta kontraksi pada tabungan dengan saldo di bawah Rp1 juta.

“Terhadap hal tersebut, perlu dilakukan analisis mendalam untuk memastikan apakah penurunan disebabkan oleh peningkatan konsumsi atau faktor lain seperti penurunan pendapatan,” ujar Dian dalam keterangan tertulis Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Juli 2025, dikutip Jumat (22/8/2025).

Baca Juga

Ketidakpastian Tinggi, Pengaruhi Konsumsi dan Tabungan Rumah Tangga di Indonesia

Ia menambahkan, fenomena “makan tabungan” atau mantab perlu dilihat juga dari pengaruh kebijakan pemerintah, termasuk bantuan sosial. Namun, kinerja perbankan nasional tetap terjaga dengan risiko kredit yang rendah, likuiditas memadai, serta permodalan yang kuat.

Fungsi intermediasi perbankan pun masih berjalan baik, dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berkisar antara 78% hingga 92%. Pertumbuhan kredit produktif didominasi sektor perdagangan dan pengolahan, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat, terutama dari giro korporasi. Pada Juni 2025, tabungan masyarakat mulai tumbuh kembali setelah sempat mengalami kontraksi hingga Mei.

Dian menekankan pentingnya peran aktif perbankan dalam menjaga likuiditas dan menawarkan produk simpanan maupun investasi yang lebih menarik. “Selain itu, bank juga diharapkan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan, menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran, serta menekankan fungsi tabungan untuk kebutuhan mendesak maupun berjaga-jaga,” jelasnya. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024