Ketidakpastian Tinggi, Pengaruhi Konsumsi dan Tabungan Rumah Tangga di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Bank Dunia atau World Bank memaparkan kondisi global yang penuh ketidakpastian memengaruhi konsumsi hingga tabungan rumah tangga di Indonesia.
“Kepercayaan konsumen menurun, terutama terkait kondisi ekonomi masa depan,” tulis laporan Bank Dunia berjudul Indonesia Economic Prospects Juni 2025, dikutip Selasa (24/6/2025).
Bank Dunia memaparkan, tabungan rumah tangga menurun di semua kelompok pendapatan, terutama pada keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.
Situasi ini sebagian disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sektor padat karya. Kondisi ini memengaruhi kelompok pendapatan tersebut dan upah riil yang stagnan.
“Akibatnya, pertumbuhan kredit konsumsi turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir dengan permintaan kredit konsumen yang berkurang secara menyeluruh,” kata laporan tersebut.
Meningkatnya ketidakpastian juga menggeser preferensi investasi rumah tangga. Pada kuartal I-2025, indeks ketidakpastian mencapai level tertinggi dalam lima tahun.
“Ketidakpastian global mendorong harga emas naik karena bank sentral meningkatkan pembelian,” jelas dia.
Meskipun terjadi kenaikan harga yang signifikan, konsumen domestik mengikutinya dan beralih dari ekuitas ke emas, perhiasan, dan properti. Sementara, preferensi untuk rekening tabungan dan deposito menurun.
“Kredit kepemilikan rumah dan apartemen juga meningkat sebesar 80% yang mencerminkan pergeseran preferensi konsumen dari aset safe haven,” ucap dia.

