Begini Upaya BRI Jaga Kualitas Kredit UMKM di Tengah Pelemahan Daya Beli
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) terus memperkuat manajemen risiko untuk menjaga kualitas kredit, khususnya di segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), di tengah tantangan ekonomi dan potensi pelemahan daya beli masyarakat.
Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom mengungkapkan, kualitas kredit merupakan prioritas utama bagi pihaknya, terutama karena mayoritas portofolio kredit di BRI menyasar segmen UMKM.
“Kami tentunya secara konsisten menempatkan kualitas kredit itu sebagai prioritas utama dalam penyaluran pembiayaan termasuk di segmen UMKM yang memang itu menjadi fokus kami. Jadi portfolio kita memang sebagian besar ada di segmen itu,” ujarnya, dalam paparan kinerja BRI semester I 2025, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga
Mucharom menyatakan, untuk memastikan penyaluran kredit tetap sehat dan tepat sasaran, BRI mengimplementasikan sejumlah strategi, termasuk penguatan struktur organisasi manajemen risiko yang disesuaikan dengan karakteristik dari masing-masing segmen.
“Organisasi juga kami perbaiki dan perkuat untuk masing-masing fokus pada masing-masing segmen yang kami geluti dalam melakukan penyaluran kredit secara selektif,” katanya.
Selain itu, lanjut Mucharom, BRI juga melakukan penyempurnaan pada model penilaian risiko kredit (credit risk) agar menjadi lebih prediktif dan granular, sehingga mampu memetakan risiko secara spesifik berdasarkan sektor ekonomi maupun wilayah operasional.
“Kemudian yang berikutnya juga kami melakukan penguatan pada area early warning signal, khususnya dalam monitoring dan juga kami memperkuat dari sisi digital collection,” ucap dia.
Baca Juga
BRI (BBRI) Cetak Laba Rp 26,53 Triliun, Kredit Tembus Rp 1.416 Triliun di Semester I 2025
Tak kalah penting, kata Mucharom, pihaknya juga memperkuat fungsi pemulihan kredit (recovery) dan penagihan collection secara terstruktur, baik di segmen UMKM maupun konsumer.
“Kami secara organisasi sekarang memperkuat fungsi dari remedial recovery, baik dari sisi di SME (small medium enterprise) dan wholesale, maupun dari sisi collection khususnya di mikro dan juga consumer market kami,” katanya.

