OJK Sebut Program Pembangunan Infrastruktur Pemerintah Bisa Dorong Permintaan Pembiayaan Alat Berat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran pembiayaan alat berat oleh perusahaan pembiayaan (multifinance) terus menunjukkan tren positif. Per Mei 2025, total pembiayaan tersebut mencapai Rp 47,61 triliun, tumbuh 10,72% secara year on year (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, jika dibandingkan bulan sebelumnya, terjadi peningkatan 0,89% secara bulanan (month to month/mtm), atau setara Rp 421,52 miliar.
Ia menyatakan, tren pertumbuhan positif ini berpotensi terus berlanjut seiring dengan berbagai program strategis pemerintah yang tengah berjalan, khususnya pembangunan infrastruktur dan hilirisasi industri.
Baca Juga
OJK Dorong Konsolidasi Industri 'Multifinance', Satu Permohonan 'Merger' Tengah Diproses
“Program pemerintah seperti pembangunan infrastruktur dan hilirisasi industri dapat mendorong permintaan dan pembiayaan alat berat,” ujar Agusman, dalam jawaban tertulis, Selasa (15/7/2025).
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pasar pembiayaan alat berat masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi eksternal.
Baca Juga
OJK Catat Piutang Pembiayaan Multifinance Naik 2,83% Jadi Rp 504,58 Triliun per Mei 2025
“Fluktuasi harga komoditas dan dinamika ekonomi, baik global maupun domestik, berpotensi menekan permintaan pembiayaan alat berat,” kata Agusman.

