Pasar AI Generatif di Industri Asuransi Diprediksi Tembus US$ 14,4 Miliar pada 2032
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatif global dalam sektor asuransi diproyeksikan melonjak drastis dari US$ 761,4 juta pada 2022 menjadi US$ 14,4 miliar pada 2032. Proyeksi ini berdasarkan laporan terbaru dari Allied Market Research, yang mencatat tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 34,4% selama periode 2023 hingga 2032.
Melansir InsuranceAsia, Senin (14/7/2025), secara geografis, Amerika Utara memimpin pasar pada tahun 2022 dengan kontribusi hampir 40% dari total pendapatan global. Namun, wilayah Asia-Pasifik diperkirakan akan mencatat pertumbuhan tercepat dengan CAGR sebesar 38,1%, didorong oleh meningkatnya penetrasi asuransi dan kebutuhan akan otomatisasi berbasis kecerdasan buatan di negara-negara berkembang.
Allied Market Research menyebut, pertumbuhan pasar ini ditopang oleh meningkatnya kebutuhan terhadap pemrosesan klaim yang lebih cepat, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta penilaian risiko yang lebih akurat.
Baca Juga
Mengurai Arah Baru PAYDI Pasca Putusan MK: Refleksi dan Masa Depan Industri Asuransi Jiwa Indonesia
Selain itu, teknologi baru seperti explainable AI (AI yang dapat dijelaskan) dan pemodelan risiko canggih juga dinilai berpotensi membuka peluang pasar baru.
Dari sisi segmentasi, solusi AI menyumbang lebih dari dua pertiga pasar pada tahun 2022 dan diperkirakan akan tetap menjadi segmen dominan. Meski begitu, segmen layanan diproyeksikan tumbuh lebih cepat dengan CAGR sebesar 36,5%, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan asuransi yang mengadopsi analisis berbasis AI untuk memberikan rekomendasi polis yang lebih tepat sasaran.
Berdasarkan jenis teknologi, jaringan adversarial generatif (Generative Adversarial Networks/GAN) memimpin pasar pada 2022 berkat kemampuannya menghasilkan data sintetis untuk pelatihan model. Sementara itu, jaringan difusi yang unggul dalam memodelkan data berbasis waktu yang kompleks, diperkirakan mencatat CAGR tertinggi sebesar 38,6% selama periode proyeksi.
Dalam hal aplikasi, automated underwriting atau penjaminan emisi otomatis menjadi yang terbesar, karena mampu menyederhanakan proses penilaian risiko melalui pengambilan keputusan berbasis AI.
Baca Juga
OJK Akan Gelar FGD untuk Pembentukan POJK Asuransi Kesehatan, Termasuk Bahas “Co Payment”
Namun, segmen virtual assistant dan customer support diprediksi menjadi yang paling cepat tumbuh, dengan CAGR mencapai 41,7%, mencerminkan dorongan kuat industri asuransi untuk meningkatkan interaksi digital secara real time.
Analis dari Allied Market Research menekankan bahwa pemanfaatan AI generatif akan semakin krusial bagi perusahaan asuransi untuk tetap kompetitif di era transformasi digital. Pemimpin industri yang cepat mengadopsi inovasi ini diyakini akan meraih keunggulan signifikan dalam efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

