Premi Asuransi Kendaraan Turun 5,89% per April 2025, OJK: Masih Ada Ruang Tumbuh Positif
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pendapatan premi dari lini asuransi kendaraan bermotor mengalami penurunan 5,89% secara year on year (yoy) menjadi Rp 7,21 triliun per April 2025. Meski begitu, secara bulanan (month to month/mtm) premi lini bisnis ini menunjukkan peningkatan Rp 1,47 triliun dibandingkan Maret 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, meski pertumbuhan secara tahunan menunjukkan penurunan, lini asuransi kendaraan bermotor masih memiliki prospek yang sehat ke depan.
“Seiring dengan terus meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, Senin (17/6/2025).
“Serta potensi peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan yang menghadirkan fitur dan inovasi baru, yang pada akhirnya dapat mendorong aktivitas pasar secara lebih luas,” sambung Ogi.
Baca Juga
OJK: Revisi Aturan Premi Asuransi Kendaraan Terbit Tahun Ini
Ia menjelaskan bahwa lini usaha kendaraan bermotor tetap menjadi kontributor terbesar kedua bagi industri asuransi umum dalam hal pendapatan premi, setelah lini bisnis asuransi harta benda (properti), dengan pangsa mencapai 12,91% dari total premi industri.
Sementara itu, premi dari lini bisnis asuransi properti tercatat Rp 18,2 triliun pada April 2025, tumbuh 9,08% (yoy). Lini usaha ini menjadi kontributor terbesar dengan pangsa mencapai 32,59% dari total premi industri asuransi umum.
Baca Juga
OJK Kaji Regulasi Asuransi Kendaraan Listrik, Fokus pada Tarifikasi
Ogi memperkirakan, penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,50% pada Mei 2025 akan menjadi sentimen positif bagi sektor asuransi properti.
“Penurunan suku bunga ini dapat meningkatkan aktivitas pembangunan dan pembelian properti, yang pada gilirannya mendorong permintaan akan perlindungan asuransi properti,” katanya.
Di sisi lain, OJK juga menilai adanya prospek cerah di lini asuransi perjalanan yang merupakan dari lini usaha asuransi kecelakaan diri dan aneka. “Diperkirakan akan mengalami peningkatan premi atau kontribusi seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata,” ucap Ogi.

