Pasar Asuransi Indonesia Alami Penurunan Tarif di Kuartal I 2025
JAKARTA, investortrust.id - Pasar asuransi di Indonesia menunjukkan tren penurunan tarif pada kuartal I 2025, seiring dengan dinamika regional yang mencerminkan kondisi pasar yang kompetitif dan peningkatan kapasitas dari para penyedia asuransi.
Laporan teranyar dari Marsh yaitu Asia Insurance Market Index mencatat, secara keseluruhan tarif asuransi di Asia turun sebesar 3% pada kuartal I 2025, sama seperti di kuartal sebelumnya. Di Indonesia sendiri penurunannya tercatat sebesar 1%.
“Untuk asuransi properti, tarif asuransi properti di Indonesia tetap stabil,” tulis laporan tersebut, dikutip Rabu (14/5/2025).
Asuransi kecelakaan juga menunjukkan stabilitas tarif. Namun, organisasi yang tidak mengalami kerugian dan memiliki eksposur rendah terhadap risiko luar negeri menikmati penurunan tarif antara 5% hingga 10%.
Baca Juga
BGN Pertimbangkan Siapkan Asuransi untuk Program MBG Buntut Temuan Kasus Keracunan
Sebaliknya, perusahaan yang memiliki eksposur besar ke pasar Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan tarif, khususnya pada cakupan primer.
Laporan tersebut menyebut, lini asuransi keuangan dan profesional mencatat penurunan tarif paling signifikan, yakni sebesar 7% di Indonesia. Penurunan ini terutama didorong oleh persaingan ketat dalam pembaruan polis, serta turunnya permintaan akibat minimnya aktivitas di pasar modal.
Baca Juga
Per Maret 2025, Premi Asuransi Terkontraksi Tipis 0,06% Jadi Rp 87,71 Triliun
Sementara itu, tarif asuransi siber di Indonesia turun hingga 13%. Penurunan ini mencerminkan naiknya kapasitas pasar serta masuknya pemain baru. Meski begitu, perusahaan asuransi tetap mewaspadai tingkat keparahan serangan ransomware.
Serta, secara aktif meninjau ulang klausul pengecualian dalam cakupan polis, terutama terkait kerusakan fisik dan serangan siber yang tersembunyi (silent cyber).

