Kinerja 3 Komoditas Ekspor Indonesia, Batu Bara Alami Penurunan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja apik dari dua komoditas ekspor Indonesia yaitu CPO dan turunannya, serta produk besi dan baja. Sementara itu, komoditas batu bara mengalami penurunan.
“Total ketiganya memberikan share sekitar 28,26% dari total ekspor non-migas Indonesia pada Januari hingga Juli 2025,” kata Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, dalam rilis BPS secara daring, Senin (1/9/2025).
Pudji mengatakan nilai ekspor besi dan baja naik 10,29% secara kumulatif. Sedangkan nilai ekspor CPO dan turunnya naik 32,92% secara kumulatif.
“Ekspor batu bara turun 21,74% secara kumulatif,” ujar dia.
Berdasarkan data, nilai ekspor besi dan baja senilai US$ 16,09 miliar. Capaian ini terjadi karena volume produksi besi dan baja selama Januari-Juli naik 10,23% menjadi 13,16 juta ton. Kendati harga rata-rata unit besi dan baja turun 0,14% sebesar US$ 1.221,48 per ton.
Harga dan volume CPO dan turunannya pun mengalami kenaikan. Kondisi ini menyebabkan nilai ekspor CPO dan turunannya naik 32,92% secara kumulatif per Juli 2025 menjadi US$ 14,02 miliar.
Secara harga, CPO dan turunannya naik 20,68% secara kumulatif di angka US$ 1.042,72 per ton. Di sisi lain produksi volume CPO dan turunannya naik 10,95% secara kumulatif menjadi 13,64 juta ton.
Baca Juga
BPS Sebut Kelompok Pendidikan Cenderung Alami Inflasi pada Bulan Agustus
Cerita mengenaskan datang dari batu bara yang mengalami penurunan harga dan volume. Rata-rata harga batu bara turun 9,64% secara kumulatif menjadi US$ 64,37 per ton. Sementara itu, volume ekspor batubara turun 6,96% secara kumulatif ke 214,71 juta ton.
Secara kumulatif, BPS mengatakan Indonesia masih mengandalkan ekspor nonmigas ke tiga negara, yaitu China, AS, dan India.
Ekspor komoditas nonmigas ke China tercatat sebesar US$ 34,46 miliar. Tiga ekspor komoditas nonmigas ke China ditopang kinerja ekspor besi dan baja (HS 72) senilai US$ 10,41 miliar dengan porsi 30,21%. Ekspor bahan bakar mineral (HS 27) mencapai US$ 4,96 miliar dengan porsi 14,4%. Sementara itu, ekspor nonmigas lainnya yang moncer yaitu nikel dan barang daripadanya (HS 75) senilai US$ 3,89 miliar dengan porsi 11,3%.
Ekspor nonmigas ke AS tercatat senilai US$ 17,89 miliar. Tiga komoditas yang menopang di antaranya mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) senilai US$ 3,3 miliar dengan porsi 18,47%, pakaian dan aksesorisnya (rajutan) (HS 61) senilai US$ 1,57 miliar dengan porsi 8,79%, sementara alas kaki (HS 64) senilai US$ 1,57 miliar dengan porsi 8,77%.
India menempati posisi ketiga dengan nilai US$ 10,87 miliar. Ini ditopang bahan bakar mineral (HS 27) senilai US$ 3,3 miliar dengan porsi 30,39%, lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) senilai US$ 2,2 miliar dengan porsi 20,26%, sementara itu besi dan baja (HS 72) senilai US$0,95 miliar dengan porsi 8,73%.

