Pasar Otomotif Asean Lesu, Indonesia Alami Penurunan Terdalam
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Industri otomotif di kawasan ASEAN masih mengalami pelemahan selama dua tahun terakhir, dengan Indonesia menjadi negara yang mencatat penurunan paling tajam.
Menurut PwC Partner Deals Automotive & ASEAN Automotive Leader Patrick Ziechman, tren penurunan ini merupakan fenomena regional, meski tidak berdampak merata di setiap negara. Ia menjelaskan bahwa pasar otomotif global pun sedang melemah. “Pada 2024 secara global turun 9%, dan tahun ini kembali turun 0,4%,” ujar Patrick dalam acara Kadin Institute di Kadin Tower Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga
Patrick menegaskan bahwa tekanan terhadap pasar otomotif Indonesia jauh lebih dalam dibanding negara ASEAN lainnya. “Khusus di Indonesia, pasar turun 19% tahun lalu. Tahun ini turun 9% dalam enam bulan pertama, dan dalam tiga bulan terakhir kembali turun 11%,” jelasnya.
Di sisi lain, beberapa negara ASEAN menunjukkan kinerja lebih baik. Malaysia mulai kembali normal setelah lonjakan pada tahun sebelumnya, Thailand membaik dari minus 7% menjadi minus 4%, sementara Filipina, Vietnam, dan Singapura mencatat pertumbuhan positif.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Rencana Mobil Nasional hingga Becak Gunakan Motor Listrik
Patrick juga mengungkapkan bahwa pelemahan Indonesia terjadi hampir di seluruh segmen, termasuk roda dua. Menurutnya, kondisi ekonomi yang menekan daya beli menjadi faktor utama penurunan. Kendati demikian, ia optimistis penjualan nasional dapat kembali menembus 1 juta unit pada fase rebound berikutnya.
Meski pasar domestik melemah, produksi otomotif Indonesia masih tumbuh dan menopang ekspor ke Australia, Timur Tengah, dan Afrika. Kanal ekspor ini disebut sebagai penopang industri sambil menunggu permintaan lokal pulih.

