PertaLife Insurance Cetak Laba Bersih Rp 97,18 Miliar di 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Perta Life Insurance (PertaLife Insurance) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2024. Hal ini tercermin dari raihan total laba bersih yang mencapai Rp 97,18 miliar di tahun lalu, naik 1,09% secara year on year (yoy).
Direktur Utama PertaLife Insurance Hanindio W Hadi mengungkapkan, kenaikan laba bersih tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan premi. Tahun lalu, premi bruto perusahaan meningkat 38,73% (yoy) menjadi Rp 1,25 triliun.
“Premi bruto tahun 2024 tercatat sebesar Rp 1,25 triliun, melampaui target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) sebesar Rp 1,09 triliun,” ujarnya, dalam keterangan pers, Sabtu (19/4/2025).
Menurut Hanindio, tumbuhnya premi didorong oleh strategi ekspansi produk dan penetrasi pasar yang efektif dan optimal, khususnya melalui produk anuitas, endowment combined, dan whole life. Selain itu, rasio solvabilitas PertaLife yang tercermin dari risk based capital (RBC) juga masih sangat terjaga di level 359,66% atau jauh di atas batas minimum yang diatur regulator sebesar 120%.
Baca Juga
Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah, PertaLife Catat Premi Rp 1,25 Trilliun
Efisiensi juga menjadi fokus perusahaan. Terbukti, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional atau premi (BOPO) berada di angka 12,19%, atau terendah sepanjang sejarah perusahaan. Rata-rata historis BOPO PertaLife sendiri berada di atas 22%.
“Transformasi PertaLife bukan sekadar perubahan struktural, melainkan lompatan kinerja yang nyata. Capaian di 2024 adalah buah dari sinergi internal PertaLife dan ekosistem Pertamina Group, manajemen strategi bisnis, dan komitmen pada efisiensi,” kata Hanindio.
Setali tiga uang, Direktur Keuangan dan Investasi PertaLife Insurance Sigit Panilih mengatakan, dari sisi distribusi produk, kontribusi kanal non captive naik signifikan sebesar 223,77% (yoy). Ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam mengembangkan produk yang relevan di luar captive melalui kolaborasi dengan institusi strategis di luar Pertamina Group. Walaupun mayoritas portofolio bisnis PertaLife saat ini masih ada di captive market Pertamina Group.
“Kami tidak hanya fokus pada pencapaian jangka pendek, namun bisnis yang berorientasi jangka panjang dan berkelanjutan yang ditunjang oleh penerapan manajemen risiko, tata kelola, dan peningkatan SDM (sumber daya manusia) yang kompeten,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran PertaLife Insurance Martino Faishal Saudi menjelaskan, pihaknya akan terus meluncurkan produk-produk yang berorientasi customer centric sesuai kebutuhan pasar melalui digital platform sebagai bagian dari roadmap strategi PertaLife.
“Dengan pencapaian ini, PertaLife Insurance berhasil mencetak produk keuangannya dari perusahaan yang pernah mencatat defisit saldo laba selama 24 tahun, menjadi perusahaan dengan kinerja keuangan yang positif,” ujarnya.
Baca Juga
Begini Strategi PertaLife untuk Capai Modal Minimum Rp 1 Triliun di 2028
Martino menyatakan, dengan sejumlah upaya seperti memperkuat aspek permodalan dan keuangan, profesionalisme, integritas, serta komitmen kuat untuk menjadi mitra perlindungan jiwa, kesehatan, dan pengelolaan dana pensiun (dapen) di masyarakat, PertaLife optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan bisnis di 2025.

