Premi PertaLife Insurance Tumbuh 38,72% di 2024
BOGOR, investortrust.id- PT Perta Life Insurance (PertaLife) mencatatkan kinerja positif hingga penghujung tahun 2024. Salah satunya tecermin dari pendapatan premi yang tumbuh 38,72% dari Rp 902,72 miliar di 2023 menjadi Rp 1,25 triliun di tahun lalu.
Direktur Keuangan & Investasi PertaLife Sigit Panilih mengungkapkan, laporan keuangan tersebut masih bersifat unaudited namun secara perhitungan telah disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia pun menyampaikan masih adanya potensi penyesuaian.
“Tahun 2024 ini kita sudah mencapai Rp 1,25 triliun (premi). Ini pendapatan premi terbesar sepanjang PertaLife berdiri sejak 1985. Mungkin kalau sejak 1985 itu umur kita sudah sekitar 40 tahun,” ujarnya, dalam media gathering PertaLife di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/1/2025).
Raihan premi tersebut di atas target dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang dicanangkan pemegang saham sebesar Rp 1,09 triliun di 2024.
Diakui Sigit sejatinya tahun 2024 merupakan tahun yang menantang dari sisi perekonomian, sehingga perusahaan pun menetapkan penguatan pendapatan premi dari sisi captive dan non captive. "Jadi ada balancing dari sisi revenue, dari sebelumnya paling sering di captive, lalu 2024 kita balancing agak lebih tinggi dari target RKAP,” kata Sigit.
Namun, lanjut dia, ada sedikit penurunan pada hasil underwriting. Namun terkoreksinya hasil underwriting masih bisa terkompensasi oleh hasil pendapatan investasi yang cukup tinggi, melampaui target dalam RKAP.
Nilai investasi PertaLife mencatatkan pertumbuhan 11,32% dari Rp 2,50 triliun pada 2023 menjadi Rp 2,78 triliun di tahun lalu.
“Untuk laba rugi setelah pajak mencapai Rp 82,85 miliar, ini 8% di atas target RKAP sebesar Rp 76 miliar," ucap Sigit.
Sementara itu rasio solvabilitas yang tecermin dari risk based capital (RBC), berada di level 347,9% atau jauh berada di ambang batas minimum yang telah ditentukan regulator di angka 120%.
Sementara itu, jumlah klaim dan beban manfaat PertaLife meningkat 30,97% dari Rp 985,20 miliar di 2023 menjadi Rp 1,12 triliun di tahun lalu. Kemudian, total asetnya tumbuh 8,21% secara year on year (yoy) menjadi Rp 3,11 triliun di 2024.

