Potensi Emas Idle di Masyarakat Ada 1.800 Ton, OJK Dorong Optimalisasi untuk Dongkrak Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, terdapat potensi emas idle atau tidak produktif di masyarakat Indonesia yang mencapai 1.800 ton. Potensi ini dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui sektor pembiayaan berbasis emas.
Direktur Pengembangan Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya OJK Hari Gamawan mengatakan, jumlah emas yang tidak digunakan ini umumnya tersimpan secara pribadi dan belum masuk ke dalam sistem keuangan formal.
”Di masyarakat Indonesia ada sekitar 1.800 ton yang merupakan potensi emas yang sifatnya masih idle, yang artinya hanya nganggur mungkin di bawah bantal, dan seterusnya, yang mestinya itu bisa digunakan dalam kegiatan pembiayaan ekonomi, khususnya terkait dengan emas,” ujarnya, dalam webinar OJK Institue, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga
Tak Bosan-bosan, Harga Emas Antam Cetak Rekor Lagi karena Perang Dagang dan Pelemahan Dolar
Menurut Hari, saat ini Indonesia menduduki peringkat kedelapan dunia sebagai penghasil emas dengan produksi sekitar 160 ton per tahun, naik dari sebelumnya 110 ton per tahun. Sementara dari sisi cadangan emas, Indonesia berada di peringkat keenam dunia dengan cadangan mencapai 2.600 ton.
“Tentunya ini bagian dari upaya keras dari pemerintah untuk memajukan, mengembangkan, dan melakukan berbagai program hilirisasi terkait pertambahan kita,” katanya.
Baca Juga
Tak Bosan-bosan, Harga Emas Antam Cetak Rekor Lagi karena Perang Dagang dan Pelemahan Dolar
Di sisi lain, lanjut Hari, impor emas di dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat dengan rata-rata di atas 100 ton per tahun. Kondisi ini turut membebani neraca perdagangan, khususnya dari sisi defisit.
“Sehingga dengan pengalihan tadi emas idle yang ada di masyarakat menjadi stop (impor) untuk kebutuhan bahan baku bagi pengusaha, dan sebagainya itu dapat dilakukan,” ucap Hari.

