Celios Sebut Bank Digital Perlu Sejumlah Dorongan untuk Pastikan Inovasi Terus Berjalan
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengungkapkan, pamor bank digital semakin naik seiring adopsi digital yang semakin masif di masyarakat. Untuk memastikan keberlanjutan dan inovasi di sektor ini, bank-bank digital perlu mendapatkan sejumlah dorongan.
“Diperlukan regulasi yang adaptif, pengamanan data yang ketat, serta edukasi nasabah,” ujarnya, saat media Briefing Amar Bank, di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Menurut Huda, saat ini dominasi transaksi digital terus meningkat. Tercermin dari 31% pengguna online banking dan 32% pengguna mobile apps mengakses layanan ini dua hingga lima kali dalam sebulan. Bahkan, 17%dan 16% masing-masing diantaranya lebih dari 10 kali.
Sementara, nilai pembayaran digital juga diproyeksi meningkat dari Rp 473,44 triliun pada 2019 menjadi Rp 2.908,59 triliun di 2025. Selain itu, penyaluran pinjaman digital juga diperkirakan meningkat hampir enam kali lipat, dari Rp 58,83 triliun menjadi Rp 365,70 triliun.
“Tren ini mencerminkan cepatnya adopsi teknologi keuangan, membuka peluang bagi layanan digital untuk menjangkau lebih banyak segmen,” kata Huda.
Baca Juga
Begini Cara Kelola THR dengan Bank Digital untuk Perkuat Keuangan di Tengah Tantangan Ekonomi
Apalagi, lanjut dia, potensi pembayaran digital di Indonesia masih sangat besar, dengan baru sekitar 30% masyarakat yang sudah beradaptasi. Hal ini memberi sinyal jika ruang pertumbuhan layanan keuangan digital masih luas.
“Peran perbankan digital semakin krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Perbankan digital menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dengan mempercepat akses keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ucap Huda.
Sejalan dengan itu, saat ini digitalisasi sektor keuangan semakin penting di tengah tekanan ekonomi. Salah satu yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional adalah meningkatnya transaksi ekonomi dan keuangan digital.
Baca Juga
OJK Buka Suara Terkait Kabar Dua Bank Digital akan Melantai di Bursa
Bank Indonesia (BI) mencatat, sebanyak 3,5 miliar transaksi digital terjadi pada Januari 2025, tumbuh 35,3% secara year on year (yoy), sementara volume transaksi pada aplikasi mobile dan internet perbankan masing-masing meningkat 29,7% (yoy) dan 19,8% (yoy).
Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) atau Amar Bank Vishal Tulsian menyatakan, perbankan digital memiliki potensi besar untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan efisiensi, dan menjadi motor penggerak ekonomi digital di Indonesia.
“Melalui teknologi yang efisien dan aman, perbankan digital tidak hanya mempercepat inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat, tapi juga mendukung transformasi sektor-sektor lain dalam ekosistem digital, membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujarnya.
Vishal mengungkapkan, pihaknya terus berkomitmen menyediakan solusi inovatif untuk mendukung inklusi keuangan dan mempercepat penetrasi layanan keuangan digital. “Amar Bank menyoroti digitalisasi perbankan memiliki peranan strategis perbankan memiliki peranan strategis dalam memperkuat pondasi ekonomi digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” katanya.

