Kinerja Pindar dan BNPL Diprediksi Naik Jelang Lebaran, OJK Harap Penyelenggara Bisa Kendalikan NPF
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang momen Lebaran tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan permintaan pembiayaan di industri financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending atau pinjaman daring (pindar) maupun buy now pay later (BNPL) pada perusahaan pembiayaan (PP) akan meningkat. Namun, para penyelenggara diimbau untuk tetap menjaga kualitas pembiayaan atau non performing financing (NPF).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, hingga saat ini kinerja dari industri pindar maupun bisnis BNPL yang diselenggarakan PP mencatatkan tren positif.
“Dengan melihat tren tersebut, diperkirakan juga terjadi peningkatan permintaan pembiayaan BNPL oleh PP dan pindar menjelang Lebaran tahun ini. Namun diharapkan (pembiayaan) akan lebih terkendali agar tidak menimbulkan peningkatan NPF ke depan,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, Jumat (7/3/2025).
Baca Juga
Menurut Agusman, hingga Januari 2025 pembiayaan BNPL oleh PP tumbuh 41,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp 7,12 triliun. Sementara itu, NPF gross-nya juga masih terjaga dengan berada di level 3,37%.
Di sisi lain, outstanding pembiayaan pinder pada Januari 2025 juga tumbuh 29,49% (yoy) menjadi Rp 78,50 triliun. Pertumbuhan di bulan Januari juga sedikit lebih tinggi ketimbang Desember 2024 yang naik 29,14%.
“Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga stabil di posisi 2,52%,” kata Agusman.
Baca Juga
Ia melanjutkan, menjelang lebaran tahun lalu atau pada April 2024, outstanding pembiayaan BNPL oleh PP menguat sebesar 31,45% (yoy), sedangkan pembiayaan di industri pindar meningkat 24,16% (yoy).
”Pertumbuhan kinerja pindar dan BNPL yang didukung dengan tingkat pembiayaan bermasalah yang masih terjaga stabil tersebut menunjukkan masih tingginya demand atau permintaan masyarakat, seiring dengan peningkatan transaksi digital antara lain pembelian produk melalui e-commerce,” ucap Agusman.

