Usai Ditunjuk Jadi Bulion Bank, BSI Dorong Komoditi Emas Jadi New Game Changer di Perbankan Syariah
JAKARTA, investortrust.id - Usai ditunjuk sebagai salah satu pengelola bisnis bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia pada akhir Februari lalu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI berupaya menjadikan ekonomi syariah sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengungkapkan, emas menjadi komoditi yang akan terus dikembangkan perseroan sebagai new game changer di industri perbankan syariah.
“Hal tersebut didasari potensi dan peluang pengembangan alternatif bisnis yang memberikan nilai investasi bagi masyarakat. Diresmikannya BSI sebagai salah satu entitas yang menjalankan bisnis bank emas berpotensi memberikan manfaat untuk masyarakat, industri, dan pertumbuhan perekonomian nasional melalui optimalisasi ekosistem ekonomi syariah,” ujarnya, dalam acara buka bersama BSI dengan jurnalis media, di Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Menurut Anton, peluang untuk mengembangkan pasar emas di Indonesia juga sangat besar karena permintaan emas per kapita di Indonesia masih rendah di Asia Tenggara, yakni 0,16 gram per orang. Di lain sisi, emas yang beredar di masyarakat Indonesia mencapai 1.800 ton, dari sektor hulu ke hilir.
Baca Juga
Optimalkan Potensi Bisnis Emas, BSI Akan Fokus pada 2 Hal Ini
Sementara, jumlah emas batangan diperkirakan mencapai 321 ton yang merupakan aset yang dapat dimonetisasi. Jumlah ini berpotensi terus meningkat, mengingat Indonesia memiliki potensi cadangan emas nomor enam terbesar di dunia mencapai 2.600 ton. Selain itu, Indonesia termasuk dalam negara top 10 produsen emas global yang memproduksi sekitar 100 ton emas pada 2020.
Melalui usaha bank emas, lanjut Anton, BSI dapat menangkap nilai ekonomi di seluruh rantai pasok emas, memonetisasi aset emas yang kurang produktif, dan tentunya memberikan kemudahan alternatif investasi syariah.
“Upaya ini tak lepas dari misi BSI melanjutkan arahan pemerintah sebagai lokomotif ekonomi syariah nasional. Juga untuk mendukung visi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 8% pada 2029,” katanya.
Baca Juga
BSI: Potensi Kelolaan Emas Perseroan Bisa Capai 6 Kali Lipat di 2030
Anton optimistis bisnis bank emas atau bulion yang dijalankan BSI akan memberikan daya tarik bagi para pelaku industri hulu hingga hilirisasi emas yang memberikan nilai tambah pada rantai produksi. Karena, hilirisasi logam mulia meningkatkan nilai tambah bijih emas hingga 10 kali lipat.
“Di BSI sendiri bisnis bank emas memiliki berbagai keunggulan. Pertama, layanan bank emas pertama di Indonesia dengan salah satu yang ditawarkan adalah BSI Gold Karatase 99,99% SNI dan Sertifikat MUI,” ucapnya.
“Kemudian jaringan BSI Agen lebih dari 110.000 di seluruh Indonesia yang bisa melayani bisnis emas BSI. Serta layanan bank emas yang bisa diakses di manapun dan kapanpun melalui BYOND by BSI,” sambung Anton.
Ia menyatakan, bisnis emas di BSI terus mengalami lonjakan pertumbuhan yang signifikan melalui produk Gadai Emas, Cicil Emas, BSI Emas Digital, dan BSI Gold. Sehingga, kehadiran bisnis bank emas ini akan melengkapi ekosistem yang telah dibangun sebelumnya.
“Selama tahun 2024 total emas kelolaan BSI telah mencapai 17,5 ton dengan volume transaksi mencapai 29,7 ton,” ujar Anton.

