BSI: Potensi Kelolaan Emas Perseroan Bisa Capai 6 Kali Lipat di 2030
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Hery Gunardi mengungkapkan potensi emas yang dikelola di perseroan bisa bertumbuh 5-6 kali lipat pada 2030. Hery menyebut saat ini volume emas yang dikelola di BSI sebesar 17,5 ton, artinya emas yang dikelola bisa mencapai 105 ton dalam lima tahun ke depan.
Hal tersebut disampaikan oleh Hery usai peresmian Bank Emas pertama di Indonesia di Menara Gade, Jakarta, hari ini, Rabu (26/2/2025).
"Sampai hari ini jumlah ton (emas) yang ada (dikelola) di BSI itu sekitar 17,5 ton. Jadi, harapannya paling tidak 5 tahun ke depan itu bisa meningkat 5-6 kali lipat, kita ingin capai angkanya," ujar Hery.
Lebih lanjut, menurut Hery, dengan jumlah cabang sekitar 1.300 lebih dan jumlah nasabah yang sebanyak 21 juta orang di seluruh Indonesia, serta didukung puluhan ribu BSI agen dan 150 ATM, akan mampu memperbesar jumlah emas yang dikelola perseroan.
"Kita juga punya ATM emas, kalau nasabah misalnya sudah jadi nasabah BSI, punya QR code BYOND by BSI, dan itu bisa membeli emas lewat ATM yang tersebar di beberapa titik yang kita simpan. Kita tempatkan di posisi-posisi strategis, tidak hanya di Jakarta," jelas Hery.
Baca Juga
Resmi Diluncurkan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia
Tak hanya itu, Hery merinci BSI menyediakan stok emas mulai dari pecahan 5 gram, 10 gram, 15 gram, 20 gram dan maksimal 25 gram. Ia menjelaskan para nasabah sudah bisa membeli emas tersebut di agen yang sudah ditempatkan disejumlah wilayah dan mudah dijangkau.
"Dengan demikian, kita juga ingin menjamin kemudahan nasabah untuk bisa melakukan transaksi emas di manapun dia berada di seluruh posisi, ataupun lokasi di Indonesia," imbuhnya.
Informasi saja, dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, bisnis emas BSI bertumbuh solid, didorong harga emas yang semakin berkilau dan kemudahan layanan solusi digital yang dihadirkan perseroan melalui aplikasi BYOND.
Pada Selasa (25/2), harga logam mulia emas menembus Rp 1,7 juta per gram, naik 13% secara year to date (ytd). Adapun hingga Januari 2025, produk Cicil Emas BSI mencapai Rp 6,44 triliun, tumbuh impresif 174,32% secara year on year (yoy).
Cicil Emas merupakan pembiayaan logam mulia di BSI, selain Gadai Emas dan Tabungan E-mas. Layanan ini dapat diakses secara digital oleh nasabah melalui BYOND by BSI maupun Kantor Cabang di seluruh Indonesia.

