AFPI Catat Total Pinjaman yang Disalurkan Industri Pindar Sejak 2017 Nyaris Rp 1.000 Triliun
BANDUNG, investortrust.id - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencatat capaian positif yang ditorehkan oleh industri financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending atau pinjaman daring (pindar). Terbukti, sejak 2017 hingga saat ini, total pembiayaan yang disalurkan oleh pindar hampir tembus Rp 1.000 triliun atau tepatnya Rp 978 triliun.
“Dari 2017 hingga saat ini Rp 978 triliun yang sudah tersalurkan secara kumulatif, di mana pinjaman saat ini ada Rp 74 triliun yang masih berputar di masyarakat saat ini. Sejak 2017 juga industri ini sudah melayani kebutuhan dari kira-kira 137 juta individu atau entitas yang ada,” ujar Ketua Klaster Pendanaan Produktif AFPI Tofan Saban, dalam acara AFPI Journalist Workshop & Gathering 2025, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/1/2025).
Tofan menjelaskan, jumlah dana tersebut disalurkan oleh 97 perusahaan fintech lending yang telah berizin OJK. Sementara, perusahaan-perusahaan fintech tersebut mendapatkan pendanaan dari sekitar 2 juta lender (pemberi dana) yang terdiri dari individu, entitas domestik, dan beberapa entitas asing.
“Dana tersebut telah menjangkau sekitar 137 juta borrower (penerima dana), baik individu maupun entitas, di seluruh Indonesia,” katanya.
Baca Juga
OJK Sebut Masih Ada 21 Fintech Lending yang Punya TWP di Atas 5%
Menurut Tofan, peran fintech lending terhadap perekonomian nasional sangat besar, khususnya bagi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Karena, banyak UMKM yang membutuhkan pendanaan akhirnya terpenuhi usai mendapatkan pendanaan dari fintech p2p lending.
“Maka jelas ya sektor produktif yang paling menikmati pendanaan yang kami salurkan. Dengan adanya sektor produktif yang meningkat otomatis yang lainnya pun terjadi satu hal positif baik dari sisi bidang pekerjaannya, pemberantasan kemiskinan, peningkatan ekonomi, PDB (produk domestik bruto)-pun semakin meningkat,” ucap dia.
Baca Juga
Tumbuh 27,32%, Outstanding Pembiayaan Fintech P2P Lending Capai Rp 75,6 Triliun per November 2024
Di sisi bersamaan, Tofan juga menekankan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
“Agar industri ini bisa terus berjalan dengan baik, dilakukan dengan tata kelola yang lebih baik juga. Sehingga nantinya apa yang kita cita-citakan bersama dari sisi kami sebagai penyelenggara maupun juga dari sisi lender maupun borrower bisa benar-benar berjalan di satu titik yang ideal,” katanya.

