Erick Thohir Minta Bank BUMN 'Blacklist' Pengembang Nakal
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti pengembang perumahan hingga notaris yang dianggap nakal. Erick meminta bank-bank milik pemerintah agar memasukkan pengembang atau developer serta notaris-notaris nakal ke dalam daftar hitam alias blacklist.
"Saya akan panggil semua Himbara (Himpunan bank milik negara) memastikan data base ini didapatkan juga Himbara lain. Jangan sampai tadi loncat-loncat kena oknum. Itu banyak sekali kasusnya," bebernya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Menurut Erick praktik developer serta notaris nakal telah banyak merugikan konsumen kredit pemilikan rumah (KPR). Ia mengatakan pihaknya telah mendapati banyaknya laporan masyarakat yang tidak kunjung mendapatkan sertifikat rumah meskipun pelunasan cicilan KPR sudah dilakukan. Bahkan ia menyebut terdapat kasus dengan cicilan dibayarkan namun rumah tidak dibangun.
Baca Juga
Pangkas Backlog Perumahan, Generasi Muda Didorong Jadi Developer Properti
"Tadi uang rakyat yang 40 persen tadi dipotong dari gaji-gajinya. Tetapi setelah selesai menyicil sertifikatnya tidak ada. Bahkan yang paling mengenaskan rumahnya belum jadi. Nah jadi kita 'bermainnya' di situ," tuturnya.
Sementara itu Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Nixon LP Napitupulu, mengungkap pihaknya siap untuk mengikuti arahan Erick Thohir soal memasukkan daftar blacklist para developer dan notaris yang nakal. Ia menyebut BTN telah memutus kontrak kerja sejumlah developer dan notaris yang dianggap merugikan nasabah.
"Orang (developer dan notaris) ini udah kita blok di sistem kita, tidak bisa kita salurkan atau kerjasama lagi. Itu juga sebagian cara untuk melindungi dengan masyarakat," ungkapnya.
Bos BTN itu mencatat, terdapat sebanyak 120 ribu rumah dengan sistem pembayaran KPR yang belum memiliki sertifikat pada 2019 lalu. Adapun saat ini ada 38.144 rumah KPR yang belum memiliki sertifikat yang melibatkan sebanyak 4.000 developer. Nixon mengeklaim jumlah ini kian mengecil seiring upaya aktif dari BTN untuk melindungi nasabah.
" Sisa yang harus kami selesaikan sampai hari ini masih ada 38.144 sertifikat yang melibatkan masih 4.000 proyek rumah," tuturnya.

