Pangkas Backlog Perumahan, Generasi Muda Didorong Jadi Developer Properti
PALEMBANG, investortrust.id – Generasi muda didorong untuk bergelut di bisnis properti. Mengingat potensi bisnis sektor ini masih membentang.
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) Zewwy Salim mengaku berhasil membangun jaringan bisnis real estatenya hanya dengan modal awal Rp 30 juta.
Bantuan permodalan dari bank diakui sangat membantunya mengembangkan usaha dan membangun lebih dari 20 ribu unit rumah di Sumsel.
Baca Juga
IHSG Masuk Tren Bullish, Pantau Saham UNTR, PWON, DMAS dan BIRD
“Jadi kalau mau mulai bisnis ini jangan takut kalau kita tidak punya modal besar," kata Zewwy Salim. Motivasi ini disampaikannya pada acara Pelatihan Developer Milenial Bank BTN, yang diikuti 250 peserta di Hotel Aston Palembang, Sumatera Selatan, akhir pekan lalu.
Menurut Zewwy, dengan backlog perumahan di Indonesia yang saat ini angkanya mencapai 12,7 juta unit, peluang untuk terjun ke sektor bisnis properti sangat lah menjanjikan. Terlebih rasio jumlah wirausaha di Indonesia baru sebesar 3,7% dari total populasi penduduk.
"Maka peluang untuk menjadi wirausahawan terutama di sektor properti di Indonesia masih sangat terbuka. Jadi jangan takut untuk terjun ke bisnis ini," kata Zewwy.
Baca Juga
Senada Ketua Umum HIPMI Palembang Indra Rusadi Harahap menyarankan generasi milenial yang ingin memulai bisnis properti untuk menggarap pasar mini kavling siap bangun yang lebih kecil risikonya.
Dia pun membagikan 7 tahapan untuk memulai bisnis developer perumahan tersebut.
Pertama, Indra menyarankan agar developer mencari lahan kosong dengan luas kurang dari 1.000 meter persegi dan status surat tanah bukan SHM.
Tahapan kedua, setting jalan dan kavling ukuran kurang dari 100 meter persegi. Selanjutnya, mencari gambar rumah yang bagus di internet sebagai referensi.
Kemudian tetap harga rumah terjangkau dengan bentuk rumah bebas sesuai keinginan pembeli. "Tahapan selanjutnya pasarkan secara massif. Jika terjual baru bangun," papar Indra.
Terkait fasilitas permodalan perumahaan yang disediakan oleh Bank BTN, Kepala Cabang BTN Palembang, Untung Surapati menjelaskan bahwa Bank BTN sendiri memiliki tiga jenis kredit yang besarnya disesuaikan skala bisnis dari masing-masing developer.
Adapun fasilitas kredit tersebut yakni KUMKM Modal Kerja Konstruksi yang diberikan kepada pengembang untuk membantu modal kerja pembiayaan pembangunan horizontal (rumah tinggal, ruko, rumah kantor, kios dan sejenisnya).
"Untuk KUMKM Modal Kerja Konstruksi maksimal kredit yang diberikan mencapai 80% dari RAB konstruksi yang akan dibangun," ujar Untung.
Sementara, fasilitas kredit lainnya, kata Untung, adalah Kredit Pemilikan Lahan (KPL). "Fasilitas ini diberikan Bank BTN kepada developer untuk membeli lahan yang akan dipergunakan untuk membangun rumah subsidi yang pembangunannya menggunakan fasilitas kredit konstruksi BTN," jelasnya.
Sedangkan untuk milenial yang ingin terjun ke bisnis properti dengan memulainya dari subkontraktor, bisa memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Jadi buat generasi milenial yang ingin mewujudkan mimpi menjadi developer, Bank BTN siap memfasilitasi termasuk dengan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Developer Milenial ini," pungkasnya.

