Ekonom Menilai Tepat Pemotongan BI Rate 25 Bps, Ruang sudah Ada Sejak Desember 2024
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75% tak mengejutkan. Sebab, BI sudah memiliki ruang pemotongan terhitung sejak Desember 2024.
Ekonom Senior sekaligus Head of Macroeconomic & Financial Market Research PT Bank Permata Tbk Faisal Rachman mengungkap, keputusan BI dalam RDG bulan Januari 2025 untuk memotong BI-rate sebesar 25 bps tidak terlalu mengejutkan. Karena ruang pemotongan sudah terbuka sejak Desember 2024.
Baca Juga
Di satu sisi, dia mengatakan, keputusan ini bisa menimbulkan tantangan, yakni menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari tekanan indeks dolar Amerika Serikat (AS). Meski rupiah bergerak melemah sejak awal tahun ini, penurunan masih searah dengan fenomena global lantaran dolar AS menguat kepada hampir seluruh mata uang dunia.
"Tekanan pada stabilitas rupiah masih ada sejalan dengan ketidakpastian global yang tetap berlangsung, tapi sudah mulai dapat terukur dan terkendali," kata Faisal kepada Investortrust, Rabu (15/1/2025).
Ekonom Senior Bank Permata itu mengungkap, di sisi lain risiko pada aspek pertumbuhan ekonomi semakin meningkat. Ia membeberkan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 kemungkinan tertekan baik dari faktor dalam maupun luar negeri.
Baca Juga
IHSG Terbang 122 Poin Terdorong Penurunan BI Rate hingga Lonjakan Saham Bank Besar
Sementara dari luar negeri, potensi adanya perang dagang atau Trade War 2.0 akan berisiko menurunkan kinerja ekspor Indonesia. Sedangkan dari dalam negeri, risiko pelemahan tingkat permintaan diprediksi akan berlanjut, seperti yang terindikasi dari inflasi yang sangat rendah mendekati batas bawah target sasaran (menunjukkan lemahnya tingkat permintaan).
"Jadi langkah BI ini sebenarnya sudah seusai dengan prediksi saya bulan lalu, namun pemotongan (suku bunga BI) di Desember tertunda ke Januari," ungkapnya.

