BSI Catat Pembiayaan UMKM Tumbuh 19,63% Jadi Rp 50,73 Triliun di November 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatat penyaluran pembiayaan ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tumbuh 19,63% secara year on year (yoy) menjadi Rp 50,72 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada 353.000 nasabah UMKM.
Direktur Retail Banking BSI Harry Gusti Utama mengungkapkan, pihaknya menargetkan mampu menambah 8.500 wirausaha baru yang akan dibina, dibentuk, dan didampingi agar pelaku UMKM dapat naik kelas melalui program Talenta Wirausaha BSI.
“Tahun ini, BSI menyasar delapan kota besar di Indonesia untuk onboarding program TWB, diantaranya Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Jakarta, Balikpapan, dan Makassar,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (2/1/2025).
Baca Juga
BSI (BRIS) Tutup Bursa Tahun 2024 dengan Performa Mengesankan, Naik 56,9% dalam Setahun
Dalam menjaring peserta TWB, lanjut Gusti, BSI aktif melakukan pendekatan dengan komunitas UMKM dan organisasi kepemudaan di Indonesia, serta optimalisasi informasi terkait program yang dapat diunduh di www.talentawirausahabsi.id.
Manurutnya, antusiasme program TWB 2024 BSI sangat tinggi, tercermin dalam waktu kurang dari sebulan sejak masa pendaftaran dibuka, tercatat sebanyak 1.300 pendaftar antusias mengikuti program inkubasi bagi para wirausaha.
TWB BSI 2024 diluncurkan pada 9 November 2024 dan masa pendaftaran resmi dibuka pada 10 Desember 2024. Program ini dihadirkan sebagai wujud komitmen perseroan mendorong ekonomi di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), melalui pengembangan para wirausaha muda dari seluruh Indonesia.
“Perseroan mencatat minat yang tinggi dari masyarakat khususnya para pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Tanah Air untuk mengikuti program TWB 2024,” kata Gusti.
Dikatakan dia, 1.300 pendaftar tersebut berasal dari sejumlah wilayah. Didominasi oleh kategori pemula, yakni pelaku UMKM muda yang masih baru merintis dan diharapkan dapat membawa ide-ide usaha baru yang segar.
“Peminat selanjutnya, yakni dari kategori rintisan atau segmen usaha yang medium dan diikuti oleh kategori berdaya, dan santri,” ucap Gusti.
Baca Juga
Seperti diketahui, gelaran TWB 2024 kembali menghadirkan empat kategori yaitu pemula, rintisan, berdaya, dan santri. Untuk penyelenggaraan program TWB 2024, kategori wirausaha muda rintisan dinaikkan dengan syarat omzet mencapai Rp 500 juta per tahun, dari sebelumnya Rp 200 juta. Sementara, kategori berdaya dengan omzet di atas Rp 500 juta per tahun.
”Dengan demikian, pengusaha di kategori tersebut sudah lebih bankable jika ke depan akan dibantu dari segi pengucuran pembiayaan,” kata Gusti.

