AdaKami Sebut Teknologi Jadi Kunci Utama untuk Jaga Kualitas Pembiayaan
JAKARTA, investortrust.id - Dalam menghadapi tantangan di industri financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending, PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) mendorong pentingnya pemanfaatan teknologi untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memperluas akses pendanaan ke masyarakat Indonesia.
Chief of Public Affairs AdaKami Karissa Sjawaldy mengungkapkan, upaya tersebut membuahkan hasil. Tercermin dari tingkat keberhasilan pengembalian dana selama 90 hari (TWP90) yang berada di level 0,21% per November 2024, atau berada di bawah rata-rata TWP90 industri yang berada di kisaran 2%.
Menurutnya, implementasi teknologi seperti big data, machine learning, dan profiling berperan besar dalam mendukung pencapaian tersebut. Selain itu, implementasi electronic know your customer (e-KYC) juga memastikan keamanan dan keakuratan dalam proses verifikasi pengguna.
“Bagaimana cara menjaganya (TWP 90)? Adalah balik lagi ke teknologi, Kami kita menggunakan big data, machine learning dan profiling dan melakuakn e-KYC,” ujarnya menjawab pertanyaan Investortrust, dalam acara Media Gathering Akhir Tahun AdaKami, di Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Baca Juga
Begini Upaya AdaKami Jamin Keamanan Data Nasabah dari Risiko Serangan Siber
Dikatakan Karissa, pengembangan dan inovasi teknologi menjadi elemen utama dalam strategi AdaKami untuk menghadapi berbagai tantangan di industri fintech p2p lending. Selain sebagai pelaku industri yang harus rela mengambil risiko, perusahaan juga berupaya untuk memastikan bahwa pembiayaan yang diberikan memiliki kualitas dan tepat sasaran.
“Sebagai pelaku industri juga harus take and risk atau selain harus mengambil risiko juga harus memastikan bahwa kita dapat menyalurkan pembiayaan berkualitas ke lebih banyak segmen masyarakat di Indonesia,” katanya.
Baca Juga
Teknologi, lanjut dia, tidak hanya berperan dalam memitigasi risiko, tapi juga membantu meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Terlebih, dengan inovasi teknologi memungkinkan AdaKami bisa menjangkau lebih luas masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses layanan keuangan formal.
“Pengembangan, pemanfaatan, serta inovasi teknologi menjadi kunci pelaku industri fintech lending dan AdaKami untuk terus melakukan mitigasi risiko dan juga memperluas akses pendanaan ke berbagai masyarakat Indonesia,” ucap Karissa.

