Bayu Prawira Hie: Lebih dari 95% Transaksi Perbankan Saat Ini Dilakukan Lewat Handphone
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Intellectual Business Community (IBC) Bayu Prawira Hie mengatakan bahwa lebih dari 95% transaksi perbankan saat ini dilakukan melalui handphone.
Hal itu disampaikan Bayu dalam acara Investortrust Power Talk bertajuk “Digital Maturity Assessment of Banks Dipandang dari Berbagai Sisi” di Kantor Investortrust, The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (2/9/2024).
“Jadi kita tahu bahwa perbankan dulu itu perbankan yang antik, kalau perbankan sekarang perbankan yang pakai jempol. Totally different, bahwa dulu kita itu harus ketemu orang, datang ke cabang untuk melakukan transaksi, sekarang boleh dibilang lebih dari 95% transaksi itu dilakukan di handphone” ujar Bayu.
Bayu menjelaskan, tren ini dimulai sejak tahun 2016-2017, di mana waktu itu dipelopori oleh Jenius, sebagai digital banking pertama di Indonesia.
Baca Juga
Lebih lanjut, Bayu menyebut, salah satu kunci dari digital banking ada di e-know your customer (E-KYC). Menurutnya, dengan E-KYC ini masyarakat dapat membuka rekening tanpa harus datang langsung ke suatu bank. Secara jelas, KYC adalah suatu proses identifikasi dan verifikasi pelanggan dengan tujuan untuk memahami profil mereka secara menyeluruh.
“Dengan handphone saja, diverifikasi, bahwa orang ini benar, sehingga bisa membuka rekening,” ungkap Bayu.
Baca Juga
Tumbuh 17%, Transaksi Digital Banking Tembus Rp 5.335 Triliun
Di sisi lain, Bayu membeberkan, E-KYC disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di September 2018, sejak saat itu, kata Bayu, hampir semua bank itu akan beralih kepada metode digital.
“Kemudian, OJK juga sebenarnya mendorong peralihan tersebut kearah digital, bahkan di Oktober 2021, OJK meluncurkan cetak biru transformasi digital bank di Indonesia, di mana itu disampaikan apa saja kriteria yang OJK lihat untuk digital bank,” jelas Bayu.

