JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan telah mencabut izin usaha PT Investree Radhika Jaya (Investree). Izin usaha platform financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending tersebut dicabut pada Senin (21/10/2024) kemarin.
Pencabutan izin usaha Investree terutama karena melanggar ekuitas minimum dan ketentuan lainnya sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 10/POJK.05/2022 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), serta kinerja yang memburuk yang mengganggu operasional dan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, sebagai bentuk komitmen OJK untuk mengembangkan dan menguatkan industri jasa keuangan yang sehat, efisien, dan berintegritas, serta untuk memberikan pelindungan nasabah atau masyarakat, termasuk dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, maka OJK telah, sedang dan terus akan mengambil langkah-langkah dan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan permasalahan dan kegagalan Investree.
Termasuk dalam hal ini, OJK memberlakukan sejumlah larangan kepada mantan Co-Founder dan CEO Investree Adrian Asharyanto Gunadi, seperti memblokir rekening pribadi, menelusuri aset-aset, hingga berupaya memulangkannya ke dalam negeri. Sementara menurut kabar yang beredar, Adrian tengah berada di Doha, Qatar.
Adapun Investree melalui perusahaan induknya Investree Singapore Pte Ltd mendapat pendanaan seri D melalui pendirian joint venture resmi di Doha, Qatar. Adapun nilainya mencapai EUR 220 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun. Putaran pendanaan yang terbaru dipimpin oleh JTA International Holding. SBI Holdings, investor yang sebelumnya memberikan pendanaan kepada Investree di putaran seri B dan C, ikut mendanai putaran pendanaan kali ini.
Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, JTA International Holding dan Investree telah mendirikan perusahaan joint venture bernama "JTA Investree Doha Consultancy" sebagai pusat Investree di area Timur Tengah untuk menawarkan solusi teknologi pinjaman digital kepada UMKM, salah satunya layanan penilaian kredit berbasis artificial intelligence (AI).
Lantas, siapakah sosok Adrian Asharyanto Gunadi? Berikut profilnya:
Adrian Asharyanto Gunadi merupakan Co-Founder dan CEO Investree sejak Oktober 2015. Investree merupakan perusahaan fintech p2p lending yang mengelola wadah pendanaan antara investor dengan penerima pinjaman, yang mana mayoritas penerima pinjamannya adalah pelaku usaha UMKM.
Perusahaan tersebut memiliki misi sebagai online marketplace yang mempertemukan orang yang memiliki kebutuhan pendanaan dengan orang yang bersedia meminjamkan dananya. Tak hanya meningkatkan perolehan lender, Investree juga membuat pinjaman menjadi lebih terjangkau dan mudah diakses bagi borrower.
Melansir dari laman resmi LinkedIn-nya, Selasa (22/10/2024), sebelum terjun ke dunia fintech P2P lending, Adrian Asharyanto Gunadi mengawali karier di perbankan. Pada 1998-2022, ia menjabat sebagai Cash & Trade Product Manager Citi.
Pria lulusan S1 Universitas Indonesia (UI) jurusan akuntansi angkatan 1995 tersebut lalu melanjutkan pendidikan di Rotterdam School of Management, Erasmus University pada 2002–2003. Adrian Asharyanto Gunadi mengambil studi Finance and Financial Management Services.
Kemudian pada 2005, Adrian Asharyanto Gunadi kembali bekerja sebagai bankir di Standard Chartered Bank di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) sebagai Product Structuring pada 2005-2007.
Pada 2007-2009, Adrian Asharyanto Gunadi kembali bekerja di Indonesia sebagai Head of Shariah Banking di Permata Bank. Selanjutnya, ia bekerja di Bank Muamalat sebagai Managing Director Retail Banking selama enam tahun, yakni sejak 2009-2015.
Barulah pada Oktober 2015, Adrian Asharyanto Gunadi mendirikan Investree bersama rekannya Amir Amiruddin. Hingga pada akhirnya Adrian Asharyanto Gunadi diberhentikan pada Januari 2024.
“Pemegang saham mayoritas PT Investree Radhika Jaya, Investree Singapore Pte. Ltd., telah menyetujui pemberhentian Adrian A. Gunadi dari jabatannya sebagai Direktur Utama Investree pada bulan Januari 2024,” jelas perusahaan.