Pengguna Internet di Indonesia Capai 221 Juta Jiwa, OJK: Mendorong Inovasi di Sektor Keuangan
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa besarnya pengguna internet di Indonesia mendorong inovasi di sektor keuangan.
Seperti yang diketahui, pengguna internet di Indonesia mencapai 221 juta jiwa per Januari 2024 atau setara dengan 79% populasi penduduk Indonesia yang sebanyak 276,4 juta jiwa.
Hal itu diungkapkan, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Hasan Fawzi dalam acara OJK Digital Financial Innovation Day (Digination) 2024 di yang digelar secara hybrid di Makassar, Jumat (18/10/2024).
"Nah besarnya pengguna internet di Indonesia tersebut tentu kemudian di sisi lain mendorong teman-teman di AFTECH, AFSI, Aspakrindo yang kemudian punya inovasi dan kemudian menjadi penyelenggara layanan dan produk di sektor keuangan dengan cara-cara baru yang dulu mungkin tidak terpikirkan," ujar Hasan.
Hasan menjelaskan, inovasi-inovasi tersebut diharapkan menghadirkan solusi yang better, faster dan juga cheaper.
"Kita harapkan nanti inovasi itu menghadirkan pendekatan baru yang memunculkan solusi yang jauh lebih baik, jauh lebih cepat layanannya, dan juga lebih efisien, lebih murah dalam penggunaannya," ungkap Hasan.
Menurut Hasan, hal tersebut akan menjadi peluang besar bagi masyarakat, khususnya bagi para Gen Z dan milenial. Terlebih, gen Z terkenal dengan karakteristik yaitu tech-savvy and digitally native. Artinya, Gen Z merupakan generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya dalam lingkungan teknologi yang telah sangat berkembang.
"Tentu ini kita harapkan kehadiran inovasi baru akan memberikan kemudahan buat adik-adik semua dalam memanfaatkan layanan lembaga jasa keuangan untuk menunjang kegiatan kehidupan kita sehari-hari. Tentu dalam hal ini harus disesuaikan dengan kebutuhan kita sebagai konsumen," jelas Hasan.
Sebagai tambahan informasi, sebesar 75 juta jiwa atau 27% dari total populasi nasional adalah Gen Z. Kemudian, Gen Z juga mendominasi dalam hal adaptasi internet, yaitu sebanyak 34,4%.
"Di mana adaptasi internet ini akan menghasilkan kontribusi besar bagi perekonomian, baik dari sisi penggunanya sebagai konsumen, maupun bisa jadi akan muncul para inovator yang menjadi pengusaha-pengusaha muda, maupun sebagai penggiat di media online," pungkas Hasan.

