Selain Literasi, IFG Sebut Kolaborasi Juga Penting untuk Dongkrak Penetrasi Asuransi
JAKARTA, investortrust.id - Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim K Rohman mengungkapkan, selain upaya literasi, dibutuhkan juga kolaborasi dari berbagai pihak untuk mendongkrak penetrasi asuransi di Indonesia yang masih rendah.
Ia menambahkan, di satu sisi semua pihak selalu memandang jika literasi merupakan upaya jitu dalam mendongkrak penetrasi asuransi. Tapi mungkin hal ini kurang berlaku bagi perusahaan asuransi yang kurang memiliki trust, karena tidak ada yang bisa kita ekspektasikan ke perusahaan yang belum mampu menampilkan sesuatu yang trusted kepada konsumen.
“Karena itu secara bersama-sama di ekosistem asuransi ini semua komponennya harus bergerak bersama,” ujar Ibrahim, di Jakarta, Selasa (15/10/2024).
Dari segi manusia, lanjutnya, harus diberitahu agar paham jika asuransi adalah sebuah proteksi, misalnya perlindungan dari kebakaran, kesehatan, masa depan, perlindungan jiwa, dan lainnya. Sehingga ini menimbulkan micro impact bagi masyarakat.
Baca Juga
IFG Sebut Penurunan Daya Beli Kelas Menengah akan Lebih Berdampak ke Asuransi Umum
Kemudian, dari sisi macro impact, industri asuransi menjadi salah satu penyumbang terbesar untuk obligasi pemerintah yang ujungnya akan digunakan untuk pembangunan.
“Kadang-kadang orang tidak tahu besarnya peranan IKNB (industri keuangan non bank) sebagai salah satu kontributor terbesar dari obligasi pemerintah yang nantinya dananya dipakai oleh pemerintah untuk pembangunan,” kata Ibrahim.
Baca Juga
IFG Sebut Skema Managed Care Bisa Tekan Klaim Rasio Asuransi Kesehatan
Oleh karena itu, untuk memajukan industri perasuransian ke depannya dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari industri asuransi itu sendiri, masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lainnya.
“Sehingga secara bersama-sama indusrti ini bisa meningkat secara sehat dan sustainable sehingga bisa menjalankan fungsinya sebagai mitigator risiko di masyarakat,” ucap Ibrahim.

