Tingkatkan Pemahaman Investasi, Bank Jago dan Bibit Gelar Talkshow Curhat Keuangan
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan berinvestasi, PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) menggelar talk show berjudul Curhat Uangku.
Talk show ini dihadiri tiga narasumber, antara lain Digital Product Lead Bank Jago Yusuf Aria Putra, perencana keuangan Olivia Louise, dan penulis ternama Raditya Dika, yang membahas pengetahuan dan pengalaman tentang pentingnya melakukan investasi.
Yusuf mengungkapkan, investasi pertama kali bisa dimulai dengan mengatur dan mengalokasikan uang secara disiplin. Menurutnya, dalam mengelola keuangan banyak tantangan yang kerap dihadapi oleh masyarakat, misalnya godaan promo, belanja kebutuhan, hingga pengeluaran yang tak terduga.
Baca Juga
Bank Jago (ARTO) dan Bibit Luncurkan Rekening Dana Nasabah Syariah Berbasis Digital
“Sebagai bank berbasis teknologi (tech-based bank), Bank Jago mengembangkan Aplikasi Jago yang isinya dapat disesuaikan (customized) dan dipersonalisasi (personalized) sesuai kebutuhan masing-masing nasabah dan tujuan keuangan mereka,” ujarnya, di Epicentrum XXI, Jakarta, Sabtu (28/9/2024).
“Dengan demikian, tergiur promo dan having fun bukanlah masalah, selama budget-nya ada, sudah dialokasikan dan tidak mengganggu kebutuhan lainnya, termasuk investasi,” lanjutnya.
Di sisi bersamaan, Aplikasi Jago juga terintegrasi dengan berbagai ekosistem digital seperti GoTo (Gojek, GoPay, Tokopedia-Tiktok) serta ekosistem platform investasi digital Bibit dan Stockbit. Integrasi ini mempermudah akses layanan digital pengguna salam mengelola keuangan.
“Nasabah dapat membeli produk reksa dana Bibit langsung dari Aplikasi Jago dan dapat memanfaatkan metode pembayaran Jago Autodebit untuk menabung rutin di Bibit,” ucap Yusuf.
Baca Juga
Sementara itu, Olive Louise mengatakan, jika investasi perlu dilakukan sejak dini. Karena nasabah dapat memanfaatkan metode compound interest atau bunga berbunga sehingga keuntungan investasi berlipat ganda.
“Metode ini bisa dilakukan untuk investor pemula dengan instrumen investasi yang aman berupa reksa dana pasar uang dan obligasi,” katanya.

