Bank Jago (ARTO) Buka-bukaan Strategi Menggaet Nasabah
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengungkapkan strategi bank digital yang berbeda dengan bank lainnya dalam menarik minat para calon nasabah. Kunci penting bank digital adalah dengan memperbanyak mitra strategi.
Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono, mengatakan, visi-misi perusahaan, salah satunya sebanyak mungkin orang bisa menikmati benefit dari Bank Jago dengan ataupun tanpa aplikasi Bank Jago.
"Jadi produk kita ini, bahkan untuk orang yang enggak setiap hari buka aplikasi Jago, tapi sebenarnya pakai Jago setiap hari tanpa dia sadari. Mungkin dia pakai Gojek, atau GoPay, apa mungkin memakai Stockbit," ujar Andy seusai ditemui dalam acara Forum Jurnalis Jagoan (FFJ), di Kantor Bank Jago, Jakarta, Rabu, (14/8/2024).
Dengan demikian, Andy bilang, pihaknya perlu untuk terus berinovasi membuat produk baru, dan selalu mengantisipasi yang nantinya akan digunakan oleh nasibah Bank Jago, dengan begitu menurut Andy lebih mudah untuk menjangkau lebih banyak pengguna.
Andy menginformasikan, hingga saat ini, Bank Jago berhasil melayani 12,5 juta nasabah, termasuk 10 juta nasabah funding melalui Aplikasi Jago.
Baca Juga
Laba Bank Jago (ARTO) Tumbuh 23% di Semester I 2024, Tembus Rp 50 Miliar
DI sisi lain, Bank Jago juga terpilih sebagai salah satu tim inovator muda di Indonesia. Capaian tersebut dengan menerapkan strategi bisnis berkelanjutan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Penghargaan ini diberikan pada program SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2024 yang diselenggarakan secara global oleh jaringan United Nations Global Compact (UNGC).
Dalam program SDGI 2024 ini Bank Jago mengajukan sebuah konsep inovasi produk pembiayaan yang bertanggung jawab (responsible lending) dan merujuk pada komitmen untuk memajukan kesehatan keuangan yang direkomendasikan oleh Principles of Responsible Banking (PRB) dari PBB.
Baca Juga
Saham Bank Jago (ARTO) Melesat hingga Diburu Investor Asing, Begini Prospek dan Target Harganya
Judul konsep inovasi produknya adalah “Peningkatan Kesehatan Keuangan Masyarakat Menengah Bawah Melalui Pinjaman Bertanggung Jawab dan Tidak Merugikan”.
"Terutama cara meningkatkan kesehatan finansial masyarakat dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Konsep responsible lending ini sejalan dengan aspirasi Bank Jago untuk meningkatkan kesempatan tumbuh berjuta orang melalui solusi keuangan digital yang berfokus pada kehidupan,” ujar Andi.
Dalam merancang konsep responsible lending, kata Andy, Bank Jago berpedoman pada kerangka kerja kesehatan finansial yang dibuat PBB sehingga konsep produk ini bisa mendorong nasabah untuk peduli terhadap kesehatan keuangannya.
“Transparan yang kami maksud adalah semua informasi mengenai hak dan kewajiban nasabah sudah clear di depan dan tidak ada biaya yang disembunyikan. Dengan demikian, calon nasabah dapat mengambil keputusan dengan bijak sebelum benar-benar mengambil pinjaman,” pungkasnya.

