BI Rate Turun, CIMB Niaga (BNGA) Tawarkan ‘Cash Back’ di Produk KPR
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar -25 bps menjadi 6%, dengan deposit facility dan lending facility juga turun -25 bps menjadi 5,25% dan 6,75%. Keputusan ini di luar ekspektasi konsensus yang memperkirakan BI Rate tidak berubah.
Sejumlah bank pun merespons penurunan suku bunga acuan BI tersebut lewat berbagai program. Salah satunya adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) atau CIMB Niaga yang menawarkan cash back.
Disampaikan Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi, CIMB Niaga menyambut baik keputusan bank sentral RI. CIMB Niaga, kata Noviady, telah menurunkan suku bunga terutama untuk kredit pemilikan rumah alias KPR.
Baca Juga
"Terkait suku bunga, sebetulnya ini salah satu yang kita udah antisipasi. Jadi menyambung dengan ulang tahun CIMB Niaga, kita juga ada program khusus. Jadi sebelum BI rate ataupun fund rate itu dikurangi, kita juga ada program sebetulnya cashback sampai 1% untuk di tahun pertama. Kita sudah menurunkan sebelum pengumuman. Jadi, ada program untuk cashback sebesar 1%, dan itu akan diberikan setiap bulan mengurangi dari angsuran selama setahun pertama, jadi itu value untuk KPR," ujar Noviady saat ditemui dalam acara Opening Ceremony XTRA XPO 2024 di Gandaria City Mall, Jakarta, Jumat (27/9/2024).
Lebih lanjut, Noviady menyebut, untuk kredit pemilikan mobil (KPM), CIMB Niaga bakal menyusuaikannya pada Oktober 2024 mendatang.
"Dana juga sama, kita akan menyesuaikan seiring dengan pengumuman suku bunga," ucap Noviady.
Oleh karena itu, Noviady berharap bisnis kredit konsumer dapat tumbuh 7% hingga 8% secara tahunan atau year on year (yoy) sampai akhir tahun 2024. Di mana, sektor KPR diharapkan dapat tumbuh 4% hingga 5% yoy.
Baca Juga
BI Rate Turun, KB Bank (BBKP) Sebut Akan Lakukan Penyesuaian
Sebelumnya diberitakan Investortrust.id, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk menurunkan BI Rate 25 bps, menjadi sebesar 6,00%. Kebijakan Bank Sentral ini untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Suku bunga Deposit Facility juga diturunkan 25 bps menjadi sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility turun 25 bps menjadi 6,75%. Ini sesuai upaya penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah dan perlunya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat konferensi pers Hasil RDG BI di Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Dengan keputusan ini, BI tercatat menurunkan suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak penaikan BI Rate sebesar 25 bps pada April 2024.

