Bantu Mobilitas dan Ekonomi Warga, BRI Bangun Jembatan Gantung di Sumsel
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk membantu mobilitas dan mendorong ekonomi warga, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI membangun jembatan gantung di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan, Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel).
Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan, bantuan pembangunan jembatan merupakan wujud nyata kepedulian BRI dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Hal ini merupakan bentuk kepedulian BRI kepada masyarakat yang dapat berupa pembangunan jembatan, pembangunan saluran irigasi, pengembangan kawasan desa wisata,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (16/8/2024).
Baca Juga
Beri Keistimewaan, BRI Hadirkan Program Spesial MDR 0% bagi Merchant
Ia berharap, dengan pembangunan jembatan tersebut bisa memberi manfaat khususnya bagi mobilisasi penduduk maupun kegiatan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Lubuk Dalam. “Semoga jembatan ini bisa dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh masyarakat Desa Lubuk Dalam dan sekitarnya,” kata Catur.
Sebagai informasi, mayoritas wilayah di Desa Lubuk Dalam adalah rawa-rawa. Lalu, untuk akses keluar masuk desa juga harus melintasi sungai yang cukup besar. Oleh karena itu, dengan dibangunnya jembatan gantung akan membantu mobilitas masyarakat.
Baca Juga
Aktif Berantas Judi Online, BRI (BBRI) Blokir 1.049 Rekening
Kepala Desa Lubuk Dalam Ridwan mengatakan, mayoritas masyarakat desa berprofesi sebagai petani, nelayan, dan berkebun. Warga biasanya menggunakan perahu getek untuk akses keluar masuk desa, misalkan ketika akan ke desa induk, ke pasar, bahkan untuk akses anak-anak ke sekolah.
Menurutnya, sebelumnya desa ini memiliki jembatan yang menjadi andalan bagi akses warga. Namun, 10 tahun lalu jembatan tersebut roboh karena lapuk imbas dari air sungai yang seringkali meluap tinggi.
“Yang paling terasa sekarang itu aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar,” ucap Ridwan.
Karena, lanjutnya, tanaman atau hasil kebun dari bertani bisa langsung dibawah ke pasar. Ada juga tengkulak yang datang langsung ke desa untuk mencari barang yang dibutuhkan. Anak sekolah juga menjadi lebih mudah ketika ingin menimba ilmu untuk masa depannya.
“Kalau dulu kita harus naik perahu getek, sekarang enggak lagi. Jadi masyarakat sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan ini,” kata Ridwan.

