Bagikan

Telan Dana Rp 246,36 Miliar, Pembangunan 43 Jembatan Gantung Dikebut Hingga Akhir 2025

Poin Penting

43 jembatan gantung ditargetkan selesai akhir 2025, progres capai 81%.
Anggaran Rp 246,36 M untuk konektivitas antar desa & kecamatan.
300.000+ warga akan mendapat akses transportasi lebih aman dan efisien.

 
 
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan 43 jembatan gantung di berbagai daerah pada tahun 2025. Proyek ini bertujuan meningkatkan konektivitas antar kampung, antar desa, dan antar kecamatan, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 246,36 miliar.
 
Menteri PU, Dody Hanggodo menyampaikan, pembangunan jembatan gantung menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses transportasi.
 
“Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam mempercepat aktivitas masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” kata Dody dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (16/10/2025).
 
Berdasarkan data e-Monitoring Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga hingga awal Oktober 2025, progres fisik pembangunan 43 paket jembatan gantung telah mencapai 81% dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025. 
 
"Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat pedesaan, terutama di daerah yang terpisah oleh sungai, jurang, atau perbukitan," tutur Dody.
 
Dengan selesainya seluruh proyek, lanjut Dody, lebih dari 300.000 warga diproyeksikan akan memperoleh akses transportasi yang lebih aman dan efisien.
 
Dia menambahkan, pembangunan jembatan gantung tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
 
“Jembatan gantung menjadi penghubung ekonomi dan sosial masyarakat. Dengan adanya jembatan ini, petani dapat lebih mudah mengangkut hasil panen ke pasar, anak-anak bisa bersekolah tanpa harus menyeberangi sungai dengan rakit, dan masyarakat dapat mengakses layanan publik dengan lebih cepat,” jelas Dody.
 
Menteri Dody juga memastikan seluruh proses pembangunan memperhatikan aspek keselamatan, kualitas, dan ketahanan konstruksi terhadap kondisi alam sekitar. 
 
"Desain jembatan disesuaikan dengan kontur wilayah dan menggunakan bahan yang kuat namun ringan agar mudah dirawat oleh masyarakat setempat," imbuhnya.
 
Selain itu, lanjut Dody, jembatan gantung juga memiliki fungsi sosial dengan memperkuat interaksi antar warga yang sebelumnya terpisah oleh bentang alam.
 
Dody juga menyatakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 920 miliar untuk pembangunan 122 unit jembatan gantung di berbagai wilayah pada 2026 mendatang.
 
Menurut Dody, penentuan lokasi akan dilakukan melalui kajian teknis dan survei lapangan terlebih dahulu dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, keterisolasian wilayah, serta aksesibilitas transportasi.
 
Adapun jembatan gantung tersebut direncanakan memiliki bentang antara 40 – 120 meter dan lebar sekitar 1,8 meter, disesuaikan dengan kondisi lapangan di masing-masing daerah.
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024