LPS Beberkan Penyebab Utama BPR Tutup, Ternyata Gara-gara Ini
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan bahwa penyebab utama bank perekonomian rakyat (BPR) mengalami penutupan dikarenakan adanya fraud (penipuan).
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Temu Media di Rumarasa Nusantara, Jakarta, Rabu (31/7/2024).
"Sekarang itu sudah ada 14 bank (tutup), tapi utamanya sama case-nya adalah fraud. Jadi, penyebab utama dari BPR jatuh adalah fraud, bukan dari dampak pemburukan ekonomi," ujar Purbaya.
Purbaya menjelaskan, LPS kedepannya akan memberikan program terkait teknologi informasi guna memperkuat tata kelola BPR supaya terhindar dari fraud.
"Ke depan, kami sedang membuat program yang berhubungan dengan IT, supaya kami bisa melatih manajemen BPR agar lebih sehat lagi ke depannya," ungkap Purbaya.
Sebagai tambahan informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin 14 bank bangkrut sepanjang Januari hingga Juli 2024.
Secara rinci, berikut daftar BPR yang dicabut izinnya oleh OJK:
1. BPR Wijaya Kusuma
2. BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda)
3. BPR Usaha Madani Karya Mulia
4. BPR Pasar Bhakti Sidoarjo
5. BPR Purworejo
6. BPR EDC Cash
7. BPR Aceh Utara
8. PT BPR Sembilan Mutiara
9. PT BPR Bali Artha Anugrah
10. PT BPRS Saka Dana Mulia
11. BPR Dananta
12. BPR Bank Jepara Artha
13. BPR Lubuk Raya Mandiri
14. BPR Sumber Artha Waru Agung

