CEO BDO: Empat Hal Ini Jadi Tantangan Perbankan dalam Penerapan Digital
JAKARTA, investortrust.id - Di zaman yang terus berkembang, penerapan digital pada industri keuangan, khususnya perbankan sangat penting. Bank-bank berlomba menawarkan keunggulan digitalnya masing-masing kepada nasabah. Namun begitu, ada sejumlah tantangan yang dalam penerapan hal ini.
CEO BDO Indonesia, Athanasius Tanubrata, ada empat tantangan yang dihadapi industri keuangan, termasuk bank, dalam menerapkan teknologi digital, antara lain berkaitan dengan keamanan data, kepatuhan regulasi, integrasi dengan legacy systems, serta kesenjangan keterampilan.
“Pertama, keamanan data. Perlindungan data pribadi dan cyber security,” ujarnya, dalam sebuah webinar, Kamis (11/7/2024).
Menurutnya, kasus ransomware di pusat data nasional (PDN) yang masih hangat belakangan ini menunjukan betapa pentingnya edukasi seputar cyber security untuk masyarakat, baik yang sudah profesional maupun masyarakat umum.
Baca Juga
Penerapan AI di Perbankan Punya Sederet Keuntungan, Apa Saja?
“Risiko dalam keseharian kita pun semakin bertambah, karena segala gadget kita itu semakin terinterkoneksi. Dan parahnya kita banyak menyimpan data-data penting dan private di dalam sistem-sistem yang semakin terintegrasi,” ucap Athanasius.
Tantangan kedua, lanjutnya, adalah kepatuhan atas regulasi. Mematuhi peraturan industri yang bisa menjadi resources intensive apabila tidak di otomasi.
“Lalu, ada integrasi dengan legacy system. Memang kalau kita mau pindah ke sistem digital, misalnya di perbankan itu banyak sekali legacy system,” katanya.
Baca Juga
BTPN Ungkap Digitalisasi Perbankan Berperan Penting bagi Kemudahan Masyarakat
Dikatakan Athanasius, hal ini menjadi suatu tantangan untuk industri dalam menggunakan machine learning, big data, AI (artificial intelligence). Karena, data-data yang berasal dari berbagai macam sistem legasi tersebut harus digabungkan terlebih dahulu, yang akhirnya menjadi tantangan tersendiri.
“Kemudian juga ada kesenjangan keterampilan, karena ini adalah teknologi baru, karyawan-karyawan atau resources harus update,” ujarnya.

