Terapkan Standar Keamanan Tinggi, Prudential Indonesia Tegaskan Data Pribadi Nasabah Terlindungi
JAKARTA, investortrust.id - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menegaskan bahwa keamanan data pribadi dari para nasabahnya sudah terlindungi, seiring dengan penerapan standar keamanan tinggi yang dilakukannya.
Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen telah menjamin hal tersebut, salah satunya dengan selalu menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).
“Kami memastikan bahwa data dari seluruh nasabah Prudential berada dalam kondisi aman dan terlindungi,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga
Prudential Harap Aturan Turunan UU Perlindungan Data Pribadi untuk Asuransi Segera Terbit
Di sisi bersamaan, ia juga menanggapi kabar terkait kasus pencurian data yang terjadi pada Prudential Financial Inc belum lama ini. “Perseroan tidak terafiliasi dan juga berbeda entitas dengan Prudential Financial Inc, sebuah perusahaan asuransi jiwa yang berbasis di Amerika Serikat (AS),” kata Karin.
Sebagai informasi, melansir MalwarebytesLab, Kamis (4/7/2024), Prudential Financial Inc mengakui telah menjadi korban serangan ransomware. Hasilnya, sebanyak 2,5 juta orang terkena dampak pencurian data.
Awalnya, Prudential Financial Inc mengatakan hanya 36.000 orang yang datanya dicuri, kemudian jumlah ini direvisi menjadi 2,5 juta orang. Diketahui, pencurian ini meliputi data-data penting nasabah seperti nama lengkap, nomor SIM, serta kartu identifikasi non SIM.
Baca Juga
Karin melanjutkan, Prudential Indonesia bersama dengan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) merupakan bagian dari Prudential Plc yang berbasis di Hong Kong. Grup entitas ini menyediakan produk asuransi jiwa dan kesehatan, serta manajemen aset yang berfokus di benua Asia dan Afrika.
“Prudential Indonesia dan Prudential Syariah selalu menerapkan standar pengaturan keamanan yang tinggi terkait data pribadi nasabah sesuai standar dan aturan hukum yang berlaku,” katanya.

